KITAINDONESIASATU.COM – Perayaan ulang tahun ke-70 Ballon d’Or seharusnya menjadi momen penuh nostalgia dan penghormatan terhadap sejarah sepak bola.
Namun, jajak pendapat “Best Of All Time” (BOAT) yang digelar France Football justru berubah menjadi medan perang digital yang penuh intrik.
Bukan sekadar polling gratis di media sosial, ajang ini menghadirkan mekanisme yang langsung memancing sorotan tajam dari seluruh penjuru dunia.
Mekanisme “Pay-to-Win”: €1 per Suara, Tanpa Batas
Inti dari kontroversi ini terletak pada aturan mainnya. France Football menerapkan sistem voting berbayar: €1 per suara dengan opsi pengajuan yang unlimited (tanpa batas).
Tujuannya memang terdengar mulia: mempertemukan musim-musim terbaik dari para pemenang berganda dalam sejarah untuk menentukan yang terhebat.
Namun, mekanisme “bayar untuk memilih” ini secara tidak langsung mengubah ajang sejarah menjadi kompetisi daya beli dan kapasitas organisasi basis penggemar (fanbase).





