KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, di zona hijau setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi.
Penguatan indeks terjadi di tengah perhatian investor terhadap kondisi pasar global, kebijakan pemerintah, serta perubahan aturan penghitungan indeks oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada awal perdagangan, IHSG sempat mengalami tekanan sebelum berbalik menguat. Pergerakan indeks kembali berfluktuasi pada sesi kedua, tetapi mampu bangkit menjelang penutupan.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya dinamika transaksi antara investor yang melakukan pembelian dan penjualan saham.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Mayoritas saham tercatat menguat, sedangkan sebagian lainnya melemah dan tidak mengalami perubahan. Pergerakan tersebut turut menopang kinerja IHSG hingga akhir sesi.
Sentimen Global dan Perubahan Aturan BEI Jadi Perhatian IHSG
Dari sisi eksternal, pelemahan bursa saham Wall Street menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar. Perkembangan pasar internasional dapat memengaruhi persepsi risiko investor dan keputusan investasi di pasar saham domestik.
Sementara itu, perhatian dari dalam negeri tertuju pada sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk pengelolaan sumber daya alam dan rencana perampingan badan usaha milik negara (BUMN).
Kondisi industri perbankan juga menjadi sorotan setelah pertumbuhan kredit dilaporkan mencapai tingkat tertinggi dalam satu dekade.
Investor turut menantikan data uang beredar September 2026 yang akan dirilis Bank Indonesia. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi likuiditas perekonomian setelah pertumbuhannya melambat selama dua bulan berturut-turut.

