Berita Utama

Defisit AS Tembus Rp35.820 Triliun, Beban Utang dan Belanja Negara Kian Mengkhawatirkan

×

Defisit AS Tembus Rp35.820 Triliun, Beban Utang dan Belanja Negara Kian Mengkhawatirkan

Sebarkan artikel ini
Donald Trump
Donald Trump Nyoblos Lebih Awal di Florida (ist.)

KITAINDONESIASATU.COM – Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) kembali membengkak pada tahun fiskal 2026. Kondisi ini menjadi sorotan karena terjadi ketika penerimaan pemerintah mencatat rekor, tetapi pengeluaran meningkat lebih cepat.

Besarnya defisit juga memperlihatkan tekanan fiskal yang dihadapi negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut.

Mengutip laporan Reuters yang diberitakan pada Minggu (18/10/2026), defisit anggaran AS pada tahun fiskal yang berakhir 30 September 2026 mencapai US$1,99 triliun atau sekitar Rp35.820 triliun.

Jumlah tersebut naik US$217 miliar dibandingkan defisit tahun sebelumnya sebesar US$1,78 triliun.

Angka itu menjadi defisit terbesar dalam lima tahun terakhir sekaligus terbesar ketiga sepanjang sejarah AS.

Rekor tertinggi terjadi pada 2021, ketika pemerintah menggelontorkan belanja besar untuk menangani pandemi Covid-19 sehingga defisit mencapai US$2,77 triliun.

Belanja Pemerintah AS Melampaui Penerimaan, Utang Jadi Beban

Data Departemen Keuangan AS menunjukkan penerimaan pemerintah pada tahun fiskal 2026 mencapai US$5,40 triliun, meningkat 3 persen dari tahun sebelumnya. Namun, pengeluaran justru tumbuh 6 persen menjadi US$7,40 triliun.

Salah satu tekanan terbesar berasal dari pembayaran bunga utang yang mencapai rekor US$1,36 triliun. Nilai tersebut meningkat US$144 miliar atau 12 persen dibandingkan periode sebelumnya. Total utang pemerintah AS juga telah menembus US$40 triliun.

Defisit turut dipengaruhi pengembalian dana tarif impor setelah Mahkamah Agung membatalkan sebagian besar tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump pada tahun pertamanya menjabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *