KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah telah memerintahkan penghentian sementara layanan internet satelit Starlink bagi militer Ukraina.
Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian terhadap akses komunikasi yang digunakan Ukraina untuk mendukung kebutuhan militer dan kemanusiaan selama konflik berlangsung.
Saat ditanya mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pembatasan layanan, termasuk kemungkinan keterlibatan dirinya atau pemilik SpaceX, Elon Musk, Trump menyatakan tidak mengetahui adanya keputusan penghentian yang diperintahkannya.
Ia juga menilai layanan Starlink masih berjalan seperti biasanya berdasarkan informasi yang diterimanya.
Trump: Ukraina Sebut Akses Starlink Belum Sepenuhnya Normal
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan bahwa layanan Starlink di negaranya tidak sepenuhnya dimatikan. Namun, pembatasan kecepatan dilaporkan memengaruhi penggunaan layanan tersebut untuk sejumlah kebutuhan, termasuk aktivitas militer dan kemanusiaan.
Perbedaan keterangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan akses Starlink tidak hanya berkaitan dengan penghentian layanan secara keseluruhan, tetapi juga kemampuan pengguna memanfaatkan koneksi secara optimal.
Dalam situasi konflik, jaringan komunikasi satelit memiliki peran penting untuk mendukung koordinasi, pertukaran informasi, serta komunikasi di wilayah yang infrastrukturnya terganggu.
Zelensky mengatakan Ukraina telah menerima sinyal dari Gedung Putih mengenai kemungkinan pemulihan layanan secara penuh. Pernyataan itu disampaikan di sela-sela pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa di Brussel.
Meski demikian, kepastian mengenai cakupan pemulihan dan waktu pelaksanaannya tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Starlink merupakan layanan internet satelit yang dioperasikan SpaceX, perusahaan milik Elon Musk.
Teknologi tersebut digunakan di berbagai wilayah yang sulit dijangkau jaringan internet konvensional, termasuk untuk mendukung komunikasi ketika infrastruktur darat mengalami gangguan.





