KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak dunia kembali menguat di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Risiko gangguan distribusi menyusul serangan kelompok Houthi Yaman ke Arab Saudi menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional.
Pada perdagangan Rabu (14/10/2027), minyak mentah Brent berjangka naik 0,8 persen menjadi US$ 106,58 per barel. Penguatan tersebut terjadi setelah Brent sempat melemah 0,9 persen pada perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat meningkat 0,9 persen menjadi US$ 94,94 per barel. Kenaikan ini melanjutkan tren positif WTI yang sebelumnya menguat 0,4 persen.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi mengganggu kelancaran pasokan minyak. Situasi tersebut membuat perkembangan konflik menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga energi dunia.
Konflik Timur Tengah Berhadapan dengan Potensi Tambahan Pasokan
Laporan yang dikutip dari Detik Finance menyebut serangan Houthi menyasar gedung administrasi milik perusahaan minyak negara Saudi Aramco di Dhahran. Insiden tersebut dilaporkan memicu kebakaran terbatas di fasilitas itu.
Meski risiko geopolitik mendorong harga naik, prospek pasar minyak masih menghadapi faktor penahan. Rencana Rusia meningkatkan kembali pasokan bahan bakar diesel ke pasar internasional berpotensi mengurangi tekanan terhadap ketersediaan energi.
Tambahan pasokan tersebut dapat membatasi ruang kenaikan harga, terutama jika kekhawatiran mengenai gangguan distribusi tidak berkembang menjadi hambatan pasokan yang lebih luas.





