KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan sesi pertama, Senin (12/10/2026).
Sempat dibuka di zona hijau, pergerakan IHSG berbalik melemah hingga mendekati level psikologis 6.000. Aksi jual investor asing turut menjadi perhatian di tengah pelemahan pasar saham domestik.
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 12.00 WIB, IHSG berada di level 5.975,78, turun 1,93 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Indeks bahkan sempat menyentuh level terendah 5.971,41 atau melemah sekitar 2 persen.
Data Stockbit menunjukkan investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net foreign sell di seluruh pasar. Nilai pembelian asing tercatat Rp1,58 triliun, sedangkan penjualannya mencapai Rp1,75 triliun. Dengan demikian, terjadi aksi jual bersih sebesar Rp166,22 miliar.
Saham BUMI dan BBCA Masuk Daftar Teratas IHSG yang Dilepas Asing
Tekanan jual asing menyasar sejumlah saham berkapitalisasi besar maupun emiten dari berbagai sektor. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham dengan penjualan bersih asing terbesar, mencapai Rp44,40 miliar dengan volume 251,49 juta saham.
Di posisi berikutnya, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan penjualan bersih asing sebesar Rp38,65 miliar. Selanjutnya, PT Dharma Henwa Tbk. (DEWA) mencapai Rp23,93 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sebesar Rp19,34 miliar, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) sebesar Rp15,94 miliar.
Saham lain yang turut dilepas investor asing meliputi Bank Danamon Indonesia (BDMN), Indosat (ISAT), Aneka Tambang (ANTM), Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK), dan XL Axiata (EXCL).
Meski IHSG melemah, investor asing masih memburu sejumlah saham. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) memimpin pembelian bersih asing sebesar Rp133,02 miliar, disusul Astra International (ASII) sebesar Rp48,53 miliar.

