KITAINDONESIASATU.COM – Ini pelajaran bagi para suporter Gresik agar berhati-hati dalam bersikap dan selalu kontrol emosi, jangan sampai merugikan orang lain, apalagi melakukan penganiayaan.
Menjadi suporter memang tidak mudah, jika memiliki temperamental tinggi dan emosional, mudah terprovokasi, sesuatu yang harus dihindari.
Jika tidak akan berurusan dengan polisi, seperti yang dialami ratusan supoerter Gresik United ini.
Mereka harus berurusan dengan Polres Lamongan setelah melakukan pengeroyokan pasca laga Gresik United vs Deltras Sidoarjo, Senin (28/10/2024) malam.
Seharusnya para suporter ini juga tidak melakukan pengeroyokan terhadap seseorang, dipastikan sudah sampai di rumah dengan bahagia.
Apalagi dalam laga itu kedua bermain imbang 1-1 dengan mendapatkan 1 poin, tentu ini merupakan hasil yang tidak mengecewakan.
Namun sayang para suporter ini harus berurusan dengan polisi Lamongan lantaran terjadi kesalah fahaman dengan seseorang pemuda.
Diketahui Ainun (21) warga Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban dikeroyok oleh para suporter di wilayah Babat, Kabupaten Lamongan.
Saat itu korban sedang menunggu seseorang yang mengantarkan ban, guna melakukan COD (Cash on Delivery) di kawasan Babat, Lamongan.
Saat itu korban sedang mengambil foto di lokasi COD sekitar depot Mira pertigaan Babat tak jauh dari jembatan cincin Babat.
Di saat bersamaan ada suporter Gresik United yang dalam perjalanan usai menyaksikan tim kesayangan berlaga melawan Deltas di Tuban Sport Center.
Baca juga: Manager Timnas Minta Tidak Ada Teror Laser Suporter Bahrain
… lanjutan Pemuda Tuban Dikeroyok
Oleh para suporter Ainun disangka memotret para suporter dan tidak terima, ratusan suporter yang menumpang bus dan satu truk serta minibus turun memukuli korban Ainun.
Padahal Ainun tidak bermaksud memotret para suporter namun memotret lokasi COD dan ia pun sedang menunggu paket kiriman COD di pinggir jalan.
“Beruntung korban berhasil melarikan diri lewat waeung di lokasi kejadian, sehingga lukanya belum terlalu parah. Hanya mengalami luka di kepala akibat pemukulan itu,” kata Kapolsek Babat, Kompol Sampun kepada wartawan, seperti dilansir beritajatim.com, Selasa (29/10/2024).
Mendapat informasi tersebut anggota kepolisian Lamongan langsung bergerak dan melakukan pengejaran terhadap kendaraan suporter yang melakukan penganiayaan itu.
Petugas polisi mengejar para pelaku pengeroyokan sampai SUkodadi kemudian puluhan kendaraan roda dua dan delapan mobil dan ratusan suporter diamankan di Mapolres Lamongan.
Petugas pun memeriksa para suporter dan menemukan batako, miras di dalam kendaraan yang ditumpangi para suporter Gresik United itu. **

