KITAINDONESIASATU.COM — Harga minyak dunia mengalami penurunan pada akhir perdagangan Rabu (7/10/2026) waktu setempat atau Kamis (8/10/2026) pagi WIB.
Pelemahan tersebut terjadi setelah Badan Energi Internasional atau IEA menyepakati percepatan pelepasan cadangan minyak strategis untuk membantu meredakan tekanan pasokan global.
Langkah tersebut menjadi perhatian pasar karena konflik di Timur Tengah masih menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi. Pelepasan cadangan minyak diharapkan dapat menambah pasokan ke pasar ketika ketidakpastian geopolitik masih tinggi.
IEA menyebut penyelesaian pelepasan cadangan yang sebelumnya telah diumumkan dapat dilakukan lebih cepat. Tambahan pasokan tersebut dinilai dapat membantu mengurangi tekanan yang muncul akibat gangguan pasokan energi.
Risiko Geopolitik Masih Membayangi Pasar Minyak
Meskipun harga minyak dunia turun, kondisi pasar belum sepenuhnya stabil. Investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta potensi gangguan terhadap jalur distribusi energi.
Ketidakpastian juga diperkuat oleh perkembangan konflik di kawasan lain. Persediaan minyak mentah Amerika Serikat turut menjadi perhatian.
Data Energy Information Administration menunjukkan stok minyak mentah AS mengalami penurunan pada pekan yang berakhir 2 Oktober 2026. Kondisi tersebut berbeda dengan perkiraan sebelumnya yang memperkirakan adanya peningkatan persediaan.
Di sisi lain, pelepasan cadangan strategis sejumlah negara Eropa menjadi salah satu faktor yang dapat membantu menambah pasokan. Prancis juga dilaporkan akan mengeluarkan sebagian cadangan bahan bakar strategisnya.
Namun, investor masih mempertanyakan apakah peningkatan pasokan dan ekspor minyak dari Timur Tengah dapat berlangsung secara berkelanjutan.





