KITAINDONESIASATU.COM – Noah Shinn, pengusaha teknologi berusia 23 tahun, menjadi sorotan setelah startup kecerdasan buatan yang didirikannya, Instinct, mencapai valuasi USD10 miliar.
Perusahaan yang mengembangkan asisten AI pribadi tersebut berhasil mencapai angka itu kurang dari setahun setelah didirikan, menunjukkan besarnya minat investor terhadap teknologi AI agentic.
Instinct sebelumnya memperoleh pendanaan USD250 juta pada Agustus 2026 dengan valuasi USD2,5 miliar.
Hanya sekitar satu bulan kemudian, perusahaan mengumumkan pendanaan baru sebesar USD1 miliar dalam putaran Series C yang melibatkan Sequoia Capital, Benchmark Capital, dan Coatue. Pendanaan tersebut membuat valuasi Instinct meningkat empat kali lipat.
Instinct Ubah Konsep Asisten AI dari Chatbot Menjadi Eksekutor
Berbeda dari chatbot yang umumnya memberikan jawaban berdasarkan perintah pengguna, Instinct dirancang untuk menjalankan berbagai tugas secara langsung.
Sistem tersebut dapat menerima instruksi melalui pesan teks maupun panggilan telepon untuk membantu merencanakan perjalanan, memesan tiket, membeli kebutuhan, hingga membatalkan layanan berlangganan.
Instinct masih berada dalam tahap akses terbatas melalui undangan. Meski demikian, perusahaan dilaporkan telah mendekati volume transaksi tahunan USD1 miliar, dengan sektor perjalanan menyumbang sekitar separuh aktivitas tersebut.
Tingginya permintaan membuat pertumbuhan layanan berlangsung melalui penyebaran dari pengguna ke pengguna.
Sebelum mendirikan Instinct, Shinn sempat menempuh pendidikan di Northeastern University sebelum keluar pada 2023.




