KITAINDONESIASATU.COM— Suasana haru dan penuh keagungan menyelimuti pelataran Masjidil Haram, Mekkah pada Kamis 17 September 2026 lalu. Air mata bahagia tak henti-hentinya menetes dari pipi Ibu Suparmi,68, saat mata kepalanya sendiri menatap keindahan bangunan suci Ka’bah untuk pertama kalinya.
Momen sakral tersebut menjadi puncak dari penantian panjang dan doa tiada putus yang selalu ia panjatkan di setiap sujudnya selama puluhan tahun. Tahun ini Ibu Suparmi melaksanakan umrah bersama sang anak tercinta Agus Sutarno, 35, pengusaha muda asal Indramayu, Jawa Barat.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di area tawaf, langkah Ibu Suparmi sempat terhenti sejenak. Rasa haru, takjub, dan bersyukur berkecamuk menjadi satu hingga dadanya terasa sesak oleh kebahagiaan. Sambil menggenggam erat tangan Agus, perempuan bersahaja tersebut tak mampu menahan lelehan air mata yang menetes membasahi kain ihram putih yang diusapnya.
Di hadapan kiblat umat Islam seluruh dunia tersebut, Ibu Suparmi bersimpuh dan mengangkat kedua tangannya. Isak tangis harunya pecah di tengah riuhnya ribuan jemaah dari berbagai belahan dunia yang sedang mengagungkan nama Allah SWT.
Suasana membiru itu membuat siapa saja yang menyaksikan di sekitarnya ikut merasakan getaran keimanan dan keharuan yang luar biasa mendalam. “Labaik. Allahumma Labaik. Labaika La Syarikalaka Labaik. Innalhamda Wani’mata. Lasyarikalahu.”
Bagi Ibu Suparmi, keberangkatan umrah ini sudah lama diimpikannnya. Latar belakang kehidupannya yang sederhana menuntut pengorbanan serta kesabaran yang sangat besar. Berkat ketekunan, ketabahan, serta tekad bulat yang pantang surut, niat tulusnya untuk menyempurnakan panggilan agama akhirnya dibukakan jalan oleh Sang Pencipta melalui anak, Agus Sutarno.
Setiap helai napas dan tetesan keringat yang ia perjuangkan selama bertahun-tahun seolah terbayar tuntas saat ia bisa berdiri tegak menatap langsung Ka’bah.
“Saya bahagia dan haru melihat ibu menangis di depan Kabah,” kata pengusaha muda yang bergerak di bidang garmen, sablon dan percetakan asal Kota Indramayu tersebut kepada kitaindonesiasatu.com, saat dijumpai di Mekkah, Arab Saudi pada Kamis 17 September 2026.
DIDUKUNG SANG ISTRI
Agus menjelaskan, saat akan melaksanakan umrah melalui Rahmah Travel yang berkantor di kawasan Ramawangun, Jakarta Timur lalu dirinya mendapat dorongan penuh sang istri dan anak semata wayangnya agar mengajak ibunda tercinta.
“Saya yang jaga anak di rumah. Bapak ajak ibu aja umrah ke Tanah Suci. Semoga jadi umrah yang mabrur,” kata Agus mengutip bisikan sang istri.
Di sisi lain, Ibu Suparmi mengungkapkan bahwa perasaan damai yang ia rasakan saat berada di depan kiblat sama sekali tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Seluruh rasa lelah dan beban hidup yang pernah menimpanya seakan sirna seketika digantikan oleh ketenangan jiwa yang begitu murni.
Selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, Ibu Suparmi tak lupa memanjatkan doa-doa terbaik. Selain memohon ampunan dan keselamatan bagi dirinya, ia secara khusus mendoakan kesehatan, keberkahan, serta kebahagiaan bagi seluruh anggota keluarga dan kerabat yang selalu mendukung serta mendoakannya dari tanah air.
Momen haru ini sekaligus menegaskan bahwa panggilan menuju Tanah Suci adalah rahasia takdir yang akan selalu sampai kepada jiwa-jiwa yang rindu dan bersabar.
Pengalaman spiritual yang amat berharga di depan Ka’bah ini akan terus menjadi kenangan terindah yang abadi dalam perjalanan hidupnya.(*)





