KITAINDONESIASATU.COM – Krisis air bersih akibat kekeringan masih dirasakan warga Kabupaten Jember.
Sebanyak 142 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Plalangan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, terdampak kondisi tersebut sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih.
Distribusi dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember pada Sabtu, 26 September 2026. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan berkoordinasi dengan pengurus RT/RW serta masyarakat sebelum menyalurkan air ke sejumlah titik, termasuk mengisi tandon yang telah tersedia.
Anggota TRC BPBD Jember, Mashudi, menjelaskan penyaluran dilakukan berdasarkan permohonan Kelurahan Bintoro serta hasil asesmen TRC BPBD pada 31 Agustus 2026.
“Bantuan air bersih ini untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Distribusi dilakukan sekaligus mengisi tandon yang telah tersedia di lokasi,” kata Mashudi.
142 KK Jember Bergantung pada Pasokan Air Bersih
Berdasarkan pendataan BPBD, warga terdampak tersebar di dua wilayah. Sebanyak 110 KK berada di RT 01/RW 11, sedangkan 32 KK lainnya berada di RT 03/RW 10. Total terdapat 142 KK yang membutuhkan pasokan air bersih akibat terbatasnya sumber air.
Dalam distribusi tersebut, BPBD mengirimkan 5.000 liter air bersih. Di lokasi juga telah tersedia empat tandon bantuan BPBD yang masing-masing memiliki kapasitas 1.200 liter.
Hingga 26 September 2026, total bantuan air bersih yang telah disalurkan ke wilayah terdampak mencapai 50.000 liter.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kebutuhan dasar warga selama kekeringan berlangsung.
Mashudi mengatakan distribusi akan dilakukan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat. BPBD merekomendasikan pengiriman air bersih setiap dua hari agar persediaan warga tetap terjaga.
“Rekomendasinya distribusi air bersih dilakukan dua hari sekali agar kebutuhan warga tetap terpenuhi,” ujarnya.






