KITAINDONESIASATU.COM – Serial Jepang di Netflix kerap identik dengan kisah romantis, kehidupan keluarga, komedi, hingga cerita kriminal. Namun, tidak sedikit judul yang justru menyelipkan persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Di balik alur cerita dan karakter yang menarik, sejumlah serial Jepang berani mengangkat tema yang cukup sensitif. Mulai dari tekanan terhadap perempuan untuk memenuhi standar kecantikan, dugaan korupsi dan tekanan terhadap jurnalis, penelantaran anak, konflik rumah tangga, sampai persoalan kesepian di tengah kehidupan kota.
Bagi penonton yang mencari tontonan dengan cerita lebih berbobot, lima serial Jepang berikut bisa menjadi pilihan.
- Plastic Beauty
Plastic Beauty membawa penonton masuk ke dunia yang lekat dengan penampilan dan industri kecantikan. Serial ini menyoroti bagaimana standar kecantikan dapat membentuk cara seseorang memandang dirinya sendiri.
Cerita di dalamnya memperlihatkan tekanan sosial yang muncul ketika seseorang merasa harus memenuhi gambaran tertentu mengenai penampilan ideal.
Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi pertanyaan yang lebih besar: seberapa jauh penampilan memengaruhi cara seseorang diterima dan diperlakukan oleh lingkungan?
Serial ini tidak hanya berbicara soal kecantikan, tetapi juga menggambarkan tekanan sosial yang bisa muncul ketika seseorang terus membandingkan dirinya dengan standar yang dibentuk masyarakat.
2. The Journalist
Buat penonton yang menyukai drama investigasi, The Journalist menawarkan cerita yang lebih serius. Serial ini mengikuti Anna Matsuda, seorang jurnalis yang berusaha menggali informasi di balik sebuah skandal yang berkaitan dengan pemerintahan.
Perjalanan sang reporter tidak berjalan mulus. Ia harus berhadapan dengan berbagai tekanan ketika mencoba mempertanyakan informasi resmi dan mencari fakta yang tersembunyi.
Cerita tersebut membuat The Journalist tidak hanya menjadi drama tentang seorang wartawan, tetapi juga menyentuh isu kebebasan pers, dugaan korupsi, transparansi pemerintahan, serta hubungan antara media dan kekuasaan.
3. Kotaro Lives Alone
Jangan tertipu dengan sosok Kotaro yang terlihat menggemaskan. Di balik tingkah seorang anak kecil yang tinggal sendirian, serial ini menyimpan cerita sosial yang cukup menyentuh.
Kotaro Sato dikisahkan masih berusia empat tahun, tetapi harus menjalani kehidupan seorang diri di sebuah apartemen.
Kehidupan Kotaro kemudian bersinggungan dengan para penghuni apartemen lainnya. Perlahan, orang-orang di sekitarnya mulai menyadari bahwa anak tersebut menyimpan persoalan dan pengalaman yang tidak sederhana.
Serial ini mengangkat tema penelantaran anak, kesepian, trauma masa kecil, persoalan keluarga, serta pentingnya lingkungan sosial bagi seorang anak.
4. Fishbowl Wives
Kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan seindah yang terlihat dari luar. Fishbowl Wives membawa penonton melihat sisi lain kehidupan pernikahan melalui sejumlah perempuan dengan persoalan masing-masing.
Cerita dalam serial ini memperlihatkan hubungan rumah tangga yang dipenuhi konflik dan tekanan. Sejumlah karakter harus menghadapi persoalan seperti ketidakbahagiaan dalam pernikahan, perselingkuhan, serta kekerasan domestik.
Dengan menghadirkan kisah dari beberapa karakter, Fishbowl Wives menggambarkan bahwa setiap pasangan memiliki persoalan yang berbeda dan keputusan dalam kehidupan rumah tangga tidak selalu mudah.
5. Midnight Diner: Tokyo Stories
Berbeda dengan serial yang penuh konflik besar, Midnight Diner: Tokyo Stories justru mengambil latar sebuah kedai makan kecil yang buka hingga larut malam.
Tempat sederhana tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai orang dengan latar belakang dan persoalan berbeda. Setiap episode menghadirkan cerita baru melalui pelanggan yang datang membawa masalah kehidupan masing-masing.
Dari pertemuan sederhana di sebuah kedai makan, serial ini mengangkat tema kesepian, hubungan antarmanusia, kehidupan kelompok marginal, serta kebutuhan seseorang untuk memiliki tempat di mana dirinya merasa diterima.
Kisah-kisahnya terasa dekat karena persoalan yang ditampilkan tidak selalu berupa konflik besar. Justru melalui cerita sehari-hari, penonton diajak melihat bagaimana hubungan antarmanusia dapat memberikan arti bagi seseorang.
Lima serial tersebut menunjukkan bahwa drama Jepang tidak hanya mengandalkan kisah cinta atau konflik keluarga sebagai daya tarik. Sejumlah judul justru menggunakan cerita fiksi untuk membicarakan persoalan sosial yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat.
Bagi penonton yang ingin mencari tontonan Netflix dengan cerita yang tidak berhenti pada hiburan, kelima serial ini bisa menjadi pilihan untuk masuk ke kisah yang lebih dalam. (*)






