KITAINDONESIASATU.COM – Ada segelintir orang yang enggan membayar pajak. Mereka lebih memilih menyumbangkan penghasilan langsung kepada masyarakat yang memerlukan daripada membayar pajak.
Salah satunya adalah Manoj Bhargava, pengusaha dan filantropis Amerika berdarah India berusia 71 tahun, yang lebih memilih mendonasikan uangnya daripada membayar pajak.
Manoj adalah konglomerat di balik merek minuman energi 5-hour Energy. Pada 2013, dia tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mencapai US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 23,46 triliun pada kurs Rp 15.646 per dolar AS).
Namun, tak lama setelah itu, namanya keluar dari daftar tersebut, dan nilai kekayaannya saat ini tak diketahui.
Manoj berasal dari keluarga yang cukup berada dan tinggal di India hingga usia 14 tahun sebelum pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya.
Setelah masuk Princeton University, dia memutuskan berhenti kuliah dan kembali ke India. Setelah 12 tahun, dia kembali ke Amerika Serikat dan mulai berbisnis, awalnya di sektor plastik dan kemudian sukses besar di bidang minuman energi.
Minuman energi 5-hour Energy miliknya menjadi populer karena klaimnya yang bisa menjaga pengguna tetap segar tanpa efek samping dan berhasil menguasai 90% pangsa pasar minuman energi.
Produk tersebut dikenal luas berkat kemasan botol merah khas dan iklan TV yang sederhana. Manoj kini memegang 35% saham perusahaan induk 5-hour Energy dan berkomitmen menyumbangkan 45% lainnya untuk kegiatan amal di pedesaan India yang masih miskin.
Menurut Wall Street Journal, Manoj telah menyumbangkan US$ 445 juta melalui badan amal miliknya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat India.
Namun, pada 2012, Manoj pernah menyatakan secara terbuka bahwa ia lebih memilih menyumbangkan kekayaannya langsung kepada masyarakat yang membutuhkan daripada membayar pajak kepada pemerintah.
Pada Maret 2024, Manoj Bhargava menghadapi tuntutan hukum terkait penyalahgunaan pajak. Ia dituduh menurunkan kewajiban pajaknya dengan mengalihkan saham bernilai US$ 624 juta kepada teman lamanya, Indu Rawat, yang berkewarganegaraan Kanada.
Manoj kemudian membeli kembali saham tersebut melalui surat utang, tanpa kehilangan kendali atas perusahaan. Praktik ini diduga menurunkan kewajiban pajaknya secara signifikan.
Selain itu, ia juga dituduh menyembunyikan rekening bank Swiss atas nama Rawat, yang membantunya mendistribusikan donasi amal ke jutaan orang di India.
Kasus ini terungkap saat pihak berwenang AS melakukan penyelidikan untuk mengatasi praktik penghindaran pajak yang melibatkan para miliarder yang menggunakan sumbangan amal atau nama orang lain.- ***




