KITAINDONESIASATU.COM – Purbaya Yudhi Sadewa genap setahun menjabat sebagai Menteri Keuangan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025.
Menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Purbaya membawa sejumlah kebijakan baru yang diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Salah satu gebrakan utamanya adalah menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Dana yang sebelumnya tersimpan di Bank Indonesia tersebut diharapkan meningkatkan likuiditas perbankan sehingga dapat disalurkan ke sektor produktif melalui kredit maupun investasi.
Kebijakan tersebut kemudian dibarengi dengan pengaktifan kembali satuan tugas debottlenecking untuk mengatasi berbagai hambatan dunia usaha. Hingga 31 Agustus 2026, satgas tersebut telah menerima 177 aduan dan 135 di antaranya disebut telah diselesaikan.
Purbaya juga mendorong kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mempercepat belanja negara sejak awal tahun. Langkah itu ditujukan agar dampak belanja pemerintah terhadap perekonomian tidak menumpuk pada akhir tahun.
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi dan Risiko Fiskal Jadi Sorotan
Sejumlah indikator menunjukkan adanya peningkatan setelah Purbaya menjabat. Pertumbuhan kredit perbankan naik dari 7,74 persen pada November 2025 menjadi 13,58 persen pada Juli 2026.
Pertumbuhan ekonomi juga sempat meningkat dari 5,04 persen pada kuartal III 2025 menjadi 5,61 persen pada kuartal I 2026, sebelum melambat ke 5,29 persen pada kuartal II 2026.
Namun, capaian tersebut belum bisa sepenuhnya dikaitkan dengan kebijakan Purbaya. Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai terdapat faktor lain, termasuk kebijakan Bank Indonesia dan kondisi ekonomi global.

