KITAINDONESIASATU.COM – Real Madrid mengawali perjalanan mereka di Liga Champions dengan kemenangan dramatis. Bermain di Santiago Bernabeu, Los Blancos sukses menundukkan Inter Milan 2-1 pada Rabu (9/9) dini hari WIB dalam pertandingan yang berlangsung terbuka hingga menit terakhir.
Duel tersebut bahkan membuat Pelatih El Real, Jose Mourinho, tak ragu menyebutnya sebagai pertandingan yang benar-benar di luar kendali kedua tim.
“Pertandingan yang gila,” ujar Mourinho kepada Movistar.
Bukan tanpa alasan. Meski berakhir 2-1, pertandingan tersebut dipenuhi peluang dari kedua kubu. Mourinho bahkan menyebut laga tersebut secara mengejutkan bisa saja berakhir dengan skor yang jauh lebih besar.
“Bisa saja berakhir 7-6 tanpa ada yang merasa aneh,” kata Mourinho.
Madrid Mengamuk di Babak Pertama
Real Madrid langsung menunjukkan mentalitas berbeda setelah sebelumnya menelan kekalahan perdana musim ini dari Real Betis di La Liga.
Pada menit ke-14, kesalahan di lini belakang Inter menjadi awal petaka bagi tim tamu. Brahim Diaz berhasil merebut bola dan kemudian mengirimkannya kepada Kylian Mbappe.
Tanpa membuang kesempatan, Mbappe melepaskan tembakan yang membuat gawang Inter bergetar. Madrid pun unggul 1-0.
Belum sempat Inter bangkit, kesalahan berikutnya kembali menghukum mereka. Kiper Josep Martinez terlalu lama menguasai bola. Fede Valverde datang memberikan tekanan, merebut bola, lalu menuntaskannya ke gawang Inter. Dan, 2-0 untuk Real Madrid.
Dua kesalahan fatal membuat Inter harus memasuki jeda dengan defisit dua gol. Namun, pertandingan belum berakhir.
Inter justru tampil semakin agresif setelah turun minum. Berkali-kali pasukan Cristian Chivu mengancam pertahanan Madrid, tetapi Thibaut Courtois tampil luar biasa di bawah mistar.
Kiper asal Belgia itu bahkan memainkan pertandingan ke-100-nya di Liga Champions dan langsung menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu penjaga gawang elite dunia.
Madrid juga sempat memiliki peluang untuk mencetak gol ketiga. Josep Martinez menebus kesalahannya dengan menggagalkan peluang Jude Bellingham dan sebelumnya menghentikan tembakan Mbappe.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin liar. Tekanan Inter akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77.
Berawal dari umpan silang Lautaro Martinez, Carlos Augusto menyambut bola dengan tembakan keras yang gagal dihentikan Courtois.
Gol!, Inter memperkecil skor menjadi 1-2. Gol tersebut langsung membuat pertandingan berubah drastis.
Madrid yang sebelumnya nyaman mulai berada dalam tekanan. Inter terus memburu gol penyeimbang, sementara Los Blancos berusaha mempertahankan keunggulan.
Courtois kembali menjadi penyelamat ketika berhasil menggagalkan tembakan Henrikh Mkhitaryan yang berubah arah setelah mengenai pemain lain.
Mourinho mengakui bahwa Madrid tidak benar-benar mampu mengendalikan pertandingan, terutama setelah jeda.
Menurutnya, situasi menjadi sangat berbahaya ketika kedua tim sama-sama kehilangan kendali atas permainan.
Courtois pun mengakui babak kedua berlangsung terlalu liar dan menjadi salah satu aspek yang harus diperbaiki Madrid.
Real Madrid akhirnya menang 2-1. Namun, melihat jalannya pertandingan, skor tersebut sama sekali tidak menggambarkan betapa gilanya duel di Santiago Bernabeu. (*)






