KITAINDONESIASATU.COM — Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau memicu gangguan massal pada operasional penerbangan di Indonesia. Sebanyak 467 penerbangan terpaksa dibatalkan dan lebih dari 150 ribu penumpang terkena dampak penundaan hingga pembatalan jadwal terbang di sejumlah bandara utama.
Otoritas penerbangan terpaksa mengambil tindakan tegas demi keselamatan penerbangan (flight safety). Material abu vulkanik yang membumbung tinggi di udara dinilai sangat membahayakan mesin pesawat dan mengganggu visibilitas pilot.
Penutupan ruang udara (airspace closure) serta penutupan sementara landasan pacu dilakukan secara berkala sesuai hasil pemantauan citra satelit dan sebaran angin.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Senin 7 September mengatakan, dari 497 penerbangan yang dibatalkan terdiri dari 409 penerbangan domestik dan 58 penerbangan internasional. Jumlah penumpang terdampak mencapai 150 ribu di sejumlah bandara di Indonesia.
Antrean panjang calon penumpang tak terhindarkan di area terminal keberangkatan. Pihak maskapai penerbangan bersama pengelola bandara terus berupaya mengurai penumpukan dengan membuka opsi perubahan jadwal penerbangan (reschedule), pengalihan rute (reroute), hingga pengembalian dana tiket secara penuh (refund).
Pemerintah menghimbau seluruh maskapai untuk memenuhi hak-hak konsumen sesuai regulasi yang berlaku. Selain itu, penanganan penumpukan penumpang di bandara diarahkan agar berjalan tertib dan transparan.
Para calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dalam beberapa hari ke depan diimbau untuk rajin memeriksa status penerbangan terkini melalui saluran resmi maskapai. Operasional penerbangan baru akan dinormalisasi sepenuhnya setelah ruang udara dinyatakan aman dari ancaman bahaya abu vulkanik.



