KITAINDONESIASATU.COM – Film Jepang selama ini dikenal lewat kisah yang emosional, visual yang artistik, serta cerita yang berani mengangkat tema tak biasa. Namun, sejumlah film dari Negeri Sakura ternyata juga mengeksplorasi tema dewasa secara lebih ekstrem—mulai dari hubungan terlarang, trauma, hingga sisi gelap kehidupan seksual.
Tak sekadar menyuguhkan nuansa sensual, beberapa film tersebut justru menghadirkan konflik psikologis dan drama kehidupan yang kompleks. Bahkan, ada karya yang mendapat sorotan di festival film internasional dan menuai kontroversi karena tema yang diangkat.
Buat kamu yang mencari tontonan Jepang 21+ dengan cerita yang tak biasa, berikut lima film yang menarik untuk masuk daftar tontonan.
1. Norwegian Wood (2010)
Jangan tertipu dengan label drama romantisnya. Norwegian Wood membawa kisah cinta yang dibalut trauma, kehilangan, dan pergulatan emosional.
Film arahan Tran Anh Hung ini mengikuti Toru Watanabe yang masih dihantui kematian sahabatnya. Di tengah luka masa lalu, Toru harus menghadapi perasaannya kepada Naoko yang rapuh sekaligus Midori yang penuh energi.
Dibintangi Kenichi Matsuyama, Rinko Kikuchi, dan Kiko Mizuhara, film ini menawarkan visual puitis dengan atmosfer melankolis yang kuat. Tak heran jika karya tersebut mendapat perhatian di ajang Venice Film Festival.
2. Wet Woman in the Wind (2016)
Apa jadinya jika seorang pria yang ingin hidup menyendiri tiba-tiba berhadapan dengan perempuan yang sama sekali tak mengenal kata menyerah? Itulah premis Wet Woman in the Wind, drama romantis karya Akihiko Shiota.
Kosuke Takasuke, seorang mantan dramawan, memilih meninggalkan kehidupan kota dan menetap di pedesaan. Ia ingin menjauh dari hiruk-pikuk hubungan asmara.
Namun, rencana tersebut berantakan setelah ia bertemu Shiori, perempuan dengan karakter berani dan penuh energi. Ketertarikan Shiori kepada Kosuke membuat keduanya terlibat dalam permainan tarik-ulur yang penuh ketegangan.
3. Tokyo Decadence (1992)
Tokyo Decadence menjadi salah satu film Jepang bertema dewasa yang paling kontroversial.
Disutradarai Ryu Murakami dan dibintangi Miho Nikaido, film ini membawa penonton masuk ke dunia kelam seorang perempuan muda yang bekerja sebagai pekerja seks dan harus berhadapan dengan berbagai permintaan ekstrem dari para kliennya.
Alih-alih sekadar mengeksploitasi sisi sensual, film ini mencoba memperlihatkan sisi psikologis dan tekanan yang dialami tokoh utamanya.
Karena materi dan temanya yang kontroversial, film tersebut bahkan sempat menghadapi pembatasan penayangan di sejumlah negara.
4. It Feels So Good (2019)
It Feels So Good menghadirkan kisah cinta lama yang kembali muncul di saat yang paling rumit.
Kenji pulang ke kampung halamannya di Akita dan tanpa diduga kembali bertemu Naoki, perempuan yang pernah dicintainya. Masalahnya, Naoki tengah bersiap untuk menikah.
Pertemuan tersebut membuat perasaan lama kembali muncul. Dalam waktu yang sangat singkat, keduanya harus menghadapi kenangan, cinta, kehilangan, dan kenyataan bahwa hidup mereka sudah berubah.
Film Haruhiko Arai ini memadukan drama romantis dengan hubungan orang dewasa yang penuh konflik emosional.
5. Love Exposure (2008)
Kalau mencari film Jepang yang liar, nyeleneh, tetapi tetap punya cerita kuat, Love Exposure layak dipertimbangkan.
Film garapan Sion Sono ini mengikuti Yu, seorang pemuda yang berusaha menemukan cinta sejati sekaligus memenuhi ekspektasi sang ayah.
Perjalanannya kemudian berubah menjadi petualangan absurd yang melibatkan penyamaran, manipulasi identitas, hubungan rumit, hingga sekte ekstrem.
Meski berdurasi panjang dan penuh kejutan, film ini tetap berhasil mempertahankan sisi emosionalnya. Tak mengherankan jika Love Exposure mendapat penghargaan FIPRESCI Prize di Berlin. (*)






