News

Retreat Kabinet, Strategi Prabowo Minimalkan Ego Sektoral

×

Retreat Kabinet, Strategi Prabowo Minimalkan Ego Sektoral

Sebarkan artikel ini
FotoJet 9 8
Retret Kabinet Merah Putih di Akademi Militer, Magelang

KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua Komisi I DPR, Ahmad Heryawan, mengapresiasi retret Kabinet Merah Putih di Akademi Militer sebagai kesempatan penting untuk membangun solidaritas dan sinergi antar-anggota kabinet.

“Ini menjadi momen untuk memperkuat kebersamaan antar-menteri Kabinet Merah Putih. Dengan beraktivitas di lingkungan berbeda, diharapkan kekompakan dan pemahaman di antara mereka semakin baik,” kata Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, Jumat 25 Oktober 2024.

Aher menjelaskan, kompleksitas tantangan yang dihadapi pemerintahan Prabowo-Gibran mencakup dinamika politik global dan tantangan ekonomi.
Oleh karena itu, penting untuk menyatukan pandangan dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut.

Selain itu, ia menyebut bahwa pembekalan di Akademi Militer ini juga bertujuan untuk mengurangi potensi egosektoral antar-kementerian, mengingat jumlah kementerian dan lembaga setingkat kementerian yang cukup besar, sekitar 53.

“Koordinasi lintas sektoral menjadi tantangan utama karena masalah egosektoral masih ada,” ujarnya.

Aher menambahkan bahwa latar belakang militer Presiden Prabowo mempengaruhi gaya kepemimpinannya, yang perlu dipahami oleh para menteri agar potensi ego sektoral bisa diminimalkan.

Terkait pandangan mengenai pendekatan militeristik yang diterapkan pemerintahan Prabowo, Aher menyebut hal itu tergantung perspektif masing-masing pihak.

“Mungkin ini adalah cara beliau dengan latar belakang militer untuk mendisiplinkan para menterinya, menyatukan persepsi, dan membangun sikap yang tepat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Aher melihat bahwa Prabowo juga menekankan nilai-nilai demokrasi, yang tampak dari pidato pertamanya sebagai Presiden ke-8 RI pada Minggu (20/10), di mana ia menekankan pentingnya demokrasi yang sejalan dengan kepribadian bangsa Indonesia.

“Kita perlu terus mengingatkan agar Pak Prabowo menghargai pendapat berbagai komponen bangsa sebagai kontribusi dalam memperkuat negara, yang pada akhirnya juga memperkuat pemerintahannya,” tutup Aher.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *