Berita UtamaNews

Krakatau Mengamuk Lagi! Abu Vulkanik Terbang ke Banten, Dentuman Bikin Kaca Bergetar

×

Krakatau Mengamuk Lagi! Abu Vulkanik Terbang ke Banten, Dentuman Bikin Kaca Bergetar

Sebarkan artikel ini
anak krakatau
Dok. Gunung Anak Krakatau erupsi.

KITAINDONESIASATU.COM – Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menyita perhatian. Hujan abu vulkanik tipis mulai mencapai daratan pesisir Banten, terutama di sekitar Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang, pada Sabtu (5/9 ) malam. Abu vulkanik tersebut diduga terbawa embusan angin yang bergerak ke arah timur.

Kepala Pos PGA Anak Krakatau di Pasauran, Deni Mardiono, mengatakan material vulkanik sudah terlihat bertebaran di sekitar pos pemantauan.

Menurut Deni, intensitas abu yang mencapai kawasan Pasauran masih sangat tipis. Namun, sebarannya sangat bergantung pada perubahan arah angin.

“Untuk kondisi saat ini di pos Pasauran sudah terdampak abu vulkanik yang sangat tipis sekali. Bisa dilihat dari rekaman CCTV banyak abu yang bertebaran,” ujar Deni di Serang.

Situasi di sekitar Selat Sunda juga masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup intens. Hingga sekitar pukul 20.40 WIB, Gunung Anak Krakatau terlihat memancarkan cahaya merah menyala dari aktivitas erupsinya. Kilatan petir juga tampak mengiringi letusan.
Tak hanya visual erupsi yang membuat suasana mencekam. Suara gemuruh dan dentuman keras terdengar secara bersamaan dari arah gunung.

Getaran suara erupsi bahkan terasa hingga ke Pos PGA Pasauran. Pintu, kaca jendela, hingga lemari di dalam ruangan pos pemantauan dilaporkan ikut bergetar akibat kuatnya dentuman.

Meski aktivitas tersebut disertai abu vulkanik dan suara dentuman keras, Deni memastikan status Gunung Anak Krakatau belum mengalami peningkatan.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Deni juga mengingatkan masyarakat maupun wisatawan agar tidak mendekati kawasan kawah. Radius tiga kilometer dari kawah menjadi zona yang harus dihindari karena masuk dalam radius bahaya.

“Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat atau wisatawan tidak boleh mendekat dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah,” tegasnya.

Abu mulai mencapai pesisir, langit dihiasi cahaya merah dan petir, sementara dentuman erupsi membuat sejumlah benda di pos pemantauan bergetar.

Meski demikian, status gunung api tetap Level III atau Siaga dan belum mengalami peningkatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *