Sepakbola

Platini Berani Tantang Infantino! Presiden FIFA Didesak Mundur di Tengah Tekanan Eropa

×

Platini Berani Tantang Infantino! Presiden FIFA Didesak Mundur di Tengah Tekanan Eropa

Sebarkan artikel ini
Gianni Infantino
FIFA bongkar dugaan permainan di balik perebutan kuasa sepak bola dunia.

KITAINDONESIASATU.COM – Krisis kepemimpinan FIFA memasuki babak baru. Mantan Presiden UEFA, Michel Platini, secara terbuka mendesak Gianni Infantino untuk meninggalkan kursi Presiden FIFA.

Pernyataan keras itu disampaikan Platini dalam wawancara dengan Canal+ di tengah meningkatnya tekanan terhadap kepemimpinan Infantino. Sejumlah federasi dan organisasi sepak bola Eropa belakangan mulai mempertanyakan arah tata kelola FIFA di bawah kepemimpinannya.

“Dia harus pergi,” tegas Platini mengenai Infantino.

Menurut Platini, Presiden FIFA seharusnya menjadi sosok yang mampu menjaga aturan, integritas, serta tata kelola sepak bola dunia.

Kritik Platini memiliki bobot tersendiri karena keduanya memiliki sejarah panjang di UEFA.

Platini pernah memimpin UEFA sebelum Infantino kemudian terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016. Kini, hubungan politik sepak bola Eropa dan FIFA kembali menjadi sorotan menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya.

Tekanan terhadap Infantino juga muncul setelah rencana kontroversial FIFA untuk menjual sebagian hak komersial kepada investor swasta menuai penolakan dari UEFA dan sejumlah pihak.

Rencana yang dikenal sebagai FIFA Forward Enterprise tersebut akhirnya dihentikan. Meski ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA ditangguhkan, UEFA menegaskan bahwa persoalan tata kelola organisasi sepak bola dunia itu belum sepenuhnya berakhir.

Platini sendiri masih memiliki persoalan hukum yang berkaitan dengan FIFA dan Infantino. Pada Juni 2026, ia mengajukan proses hukum perdata dan pidana di Prancis terkait polemik pembayaran yang bermula pada 2011.

Desakan Platini datang ketika posisi Infantino semakin mendapat tantangan dari sejumlah organisasi sepak bola Eropa.

Pada akhir Agustus 2026, Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menyatakan tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap Infantino. KNVB bahkan mengusulkan adanya pergantian Presiden FIFA pada 2027 sekaligus reformasi besar terhadap tata kelola FIFA.

European Leagues juga sebelumnya menyampaikan kritik.

Presidennya, Claudius Schaefer, menyatakan bahwa Infantino seharusnya tidak memiliki masa depan di FIFA dan menilai perubahan kepemimpinan diperlukan untuk memperbaiki tata kelola sepak bola dunia.

Di sisi lain, UEFA tengah menyiapkan langkah hukum terhadap Infantino di Swiss. Persoalan tersebut berkaitan dengan dugaan salah kelola dalam rencana penjualan sebagian hak komersial FIFA yang akhirnya dibatalkan.

Di tengah derasnya kritik, Infantino belum menunjukkan tanda-tanda mundur. Ia justru berencana mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA.

Pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027 di Maroko. Infantino telah memimpin FIFA sejak 2016 dan kembali terpilih pada 2019 serta 2023.

Kini, pertarungan menuju 2027 mulai memanas. Sejumlah konfederasi dan federasi nasional disebut mulai mempertimbangkan langkah politik untuk menekan Infantino. Nama-nama yang berpotensi menjadi penantang juga mulai bermunculan.

Platini sudah angkat suara. Federasi Eropa mulai bergerak. Infantino tetap membidik periode keempat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *