KITAINDONESIASATU.COM – Harley-Davidson (HOG.N) melakukan revisi proyeksi pendapatan tahunannya karena permintaan sepeda motor di Amerika Utara melemah akibat tingginya inflasi dan biaya pinjaman.
Hal ini membuat saham perusahaan turun lebih dari 3% pada Kamis, 24 Oktober 2024.
Penurunan pengeluaran untuk barang-barang mewah terjadi karena kekhawatiran konsumen akan menipisnya tabungan dan meningkatnya utang kartu kredit, yang memengaruhi harapan pemulihan bagi produsen barang rekreasi.
CEO Harley-Davidson, Jochen Zeitz, menyatakan bahwa perusahaan telah bekerja keras untuk mengatasi dampak dari suku bunga yang tinggi serta ketidakpastian ekonomi dan politik, yang terus memberikan tekanan pada industri dan konsumen, terutama di pasar utamanya.
Di tengah penurunan permintaan, perusahaan memfokuskan penjualan pada model Touring yang lebih menguntungkan, membantu mereka melampaui ekspektasi laba kuartal ketiga.
Pada bulan Juli, Harley mengumumkan akan mengurangi pengiriman sepeda motor pada paruh kedua tahun ini untuk menyesuaikan dengan penjualan ritel.
Perusahaan memperkirakan penurunan pengiriman global untuk setahun penuh sebesar 16% hingga 17%, lebih buruk dari perkiraan sebelumnya sebesar 7% hingga 10%.
Selain itu, penjualan ritel tahunan diperkirakan turun 6% hingga 8%, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang stagnan atau naik 3%.
Analis Raymond James, Joseph Altobello, mengatakan penurunan panduan ini sudah diperkirakan, meski skalanya lebih besar dari yang diantisipasi.
Pada kuartal ketiga, Harley melaporkan laba 91 sen per saham, melampaui estimasi rata-rata analis sebesar 79 sen. Perusahaan kini memproyeksikan penurunan pendapatan tahun 2024 dari sepeda motor dan produk terkait sebesar 14% hingga 16%, lebih buruk dari perkiraan sebelumnya sebesar 5% hingga 9%.- ***
Sumber: Reuters




