KITAINDONESIASATU.COM – Harga Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian pasar setelah menembus level US$78.000, sekaligus menjadi posisi tertinggi sejak Juni 2026.
Penguatan tersebut membuat peluang Bitcoin menuju US$100.000 kembali menjadi perbincangan di kalangan pelaku pasar.
Kenaikan harga BTC turut didukung optimisme sejumlah tokoh industri kripto. Pendiri SkyBridge Capital, Anthony Scaramucci, menilai Bitcoin masih mempunyai peluang besar untuk kembali menembus US$100.000.
Halving berikutnya dan semakin terbatasnya pasokan Bitcoin dinilai dapat menjadi katalis bagi pergerakan harga dalam jangka panjang.
Level US$74.000 Jadi Penentu Pergerakan Bitcoin
Meski prospek kenaikan terlihat menarik, Bitcoin masih menghadapi sejumlah tantangan. Peralihan sebagian kapasitas penambang menuju sektor artificial intelligence atau AI dinilai ikut memengaruhi dinamika industri kripto.
Di sisi lain, derasnya investasi ke sektor AI berpotensi mengalihkan sebagian modal dari pasar aset digital.
Bitcoin juga masih berada dalam siklus pasar empat tahunan. Dengan halving berikutnya yang diperkirakan masih sekitar 18 hingga 19 bulan lagi, investor perlu mencermati perkembangan pasokan dan permintaan.
Level US$74.000 menjadi salah satu area penting yang perlu diperhatikan. Jika Bitcoin mampu mempertahankan posisi di atas level tersebut, peluang melanjutkan penguatan dapat semakin terbuka.
Sebaliknya, kegagalan bertahan berpotensi memicu koreksi lebih dalam.

