KITAINDONESIASATU.COM – Harga Bitcoin (BTC) bergerak di kisaran US$64.100 pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, didukung membaiknya sentimen pasar global dan meningkatnya minat investor institusi.
Optimisme terhadap perkembangan negosiasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong aset berisiko, termasuk mata uang kripto, sehingga Bitcoin berpeluang melanjutkan pemulihan setelah beberapa waktu berada di bawah tekanan.
Selain faktor geopolitik, aliran dana yang kembali masuk ke produk Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat menjadi sinyal positif bagi pasar.
Arus investasi tersebut menunjukkan kepercayaan investor institusi mulai meningkat, meski pelaku pasar masih menunggu apakah tren tersebut mampu bertahan dalam beberapa hari ke depan.
Bitcoin Uji Resistance Penting di Area US$64.650
Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin kini mendekati area resistance penting di sekitar US$64.650, yang bertepatan dengan posisi Exponential Moving Average (EMA) 50 hari.
Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan menuju area resistance berikutnya akan semakin terbuka.
Sentimen positif juga dipengaruhi meredanya kekhawatiran terhadap pasokan energi global setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Di sisi lain, keputusan OPEC+ meningkatkan produksi minyak turut menekan harga minyak mentah, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat mulai berkurang.
Meski demikian, Bitcoin masih menghadapi tantangan karena pergerakannya berada di bawah EMA 100 hari dan EMA 200 hari yang menjadi area resistance kuat.
Indikator teknikal juga menunjukkan momentum kenaikan belum sepenuhnya dominan, sehingga dibutuhkan konfirmasi berupa penembusan resistance untuk memperkuat tren bullish.

