KITAINDONESIASATU.COM – Meta mengungkapkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya durasi penggunaan Instagram.
Perusahaan menyebut sistem rekomendasi terbaru pada fitur Reels berhasil menghadirkan konten yang lebih relevan sehingga pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di dalam aplikasi.
Dalam laporan kinerja keuangan kuartal kedua 2026, Meta menjelaskan bahwa pembaruan algoritma tersebut merupakan salah satu pengembangan terbesar yang pernah dilakukan.
Sistem AI kini mampu memahami preferensi pengguna secara lebih akurat, sehingga konten yang ditampilkan dinilai lebih sesuai dengan minat masing-masing akun.
AI Tingkatkan Engagement, Meta Tetap Dihantam Gugatan
Meta juga mengembangkan model AI yang mampu mengenali kualitas sebuah video sesaat setelah diunggah. Teknologi tersebut memungkinkan konten baru lebih cepat muncul di beranda pengguna apabila dinilai menarik dan relevan.
Selain itu, sistem AI terbaru juga dapat mengelompokkan konten berdasarkan topik dan karakter penyajiannya untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih personal.
Di balik keberhasilan meningkatkan engagement pengguna, Meta justru menghadapi tekanan hukum di Amerika Serikat.
Perusahaan dituding merancang algoritma yang membuat pengguna, khususnya remaja, semakin sulit melepaskan diri dari media sosial.
Sejumlah gugatan menyebut sistem rekomendasi tersebut diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, hingga isolasi sosial.





