Keuangan

Rupiah Menguat ke Rp17.875 per Dolar AS Usai BI Pertahankan Suku Bunga

×

Rupiah Menguat ke Rp17.875 per Dolar AS Usai BI Pertahankan Suku Bunga

Sebarkan artikel ini
Rupiah melemah Jumat ini ke Rp18.021.
Rupiah melemah Jumat ini ke Rp18.021.

KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026.

Penguatan ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode Juli 2026.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah ditutup di level Rp17.875 per dolar AS atau menguat tipis dibandingkan penutupan sebelumnya.

Capaian tersebut sekaligus memperpanjang tren positif mata uang Garuda setelah sehari sebelumnya juga mencatatkan penguatan.

Pada awal sesi perdagangan, rupiah sempat melemah ke level Rp17.920 per dolar AS. Namun, sentimen positif dari keputusan BI berhasil mendorong mata uang domestik kembali menguat hingga akhir perdagangan.

BI Perluas Insentif Rupiah untuk Tarik Modal Asing

Keputusan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen diikuti dengan kebijakan tambahan berupa perluasan insentif guna meningkatkan aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia.

Selain itu, suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 4,75 persen dan Lending Facility dipertahankan sebesar 6,50 persen.

Bank Indonesia menegaskan langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) juga mengalami pelemahan tipis, sehingga turut memberikan ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Keputusan BI mempertahankan suku bunga juga berbeda dengan ekspektasi sebagian pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Sebelumnya, BI telah menaikkan BI Rate secara bertahap selama tiga bulan berturut-turut dengan total kenaikan mencapai 100 basis poin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *