KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026.
Meski dibayangi ketidakpastian global, mata uang Garuda diproyeksikan mampu mengakhiri perdagangan di zona positif berkat kombinasi sentimen eksternal dan kondisi ekonomi domestik yang masih cukup solid.
Pergerakan rupiah pada awal pekan dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada pasar keuangan dunia.
Selain itu, pelaku pasar juga masih menunggu arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve yang dinilai akan menentukan pergerakan dolar AS dalam beberapa waktu ke depan.
Sentimen Global dan Data Domestik Jadi Penopang Rupiah
Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.870 hingga Rp17.930 per dolar AS pada perdagangan Senin.
Sementara untuk sepanjang pekan, nilai tukar diperkirakan berada di rentang Rp17.750 hingga Rp18.050 per dolar AS seiring tingginya volatilitas pasar global.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia yang menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis pada kuartal II 2026.
Kinerja sejumlah sektor seperti pertanian, konstruksi, pertambangan, serta akomodasi dan makanan minuman menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.
Bank Indonesia juga mencatat kapasitas produksi terpakai mengalami kenaikan, disertai kondisi likuiditas dan akses pembiayaan dunia usaha yang tetap terjaga.
Di sisi lain, indeks manufaktur masih berada pada zona ekspansi meski sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya.

