KITAINDOENSIASATU.COM – Konflik Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan sedikitnya dua jet tempur milik Amerika Serikat dalam gelombang terbaru serangan rudal dan drone yang menghantam Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania, Sabtu (18/7) pagi.
Dalam pernyataan resminya yang disiarkan televisi pemerintah IRIB, IRGC menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-20 Operasi Nasr 2, sebagai aksi balasan atas serangan Amerika Serikat sebelumnya.
Menurut IRGC, rudal dan drone Iran menghantam hanggar pesawat tempur serta area parkir pesawat di pangkalan tersebut. Iran mengklaim sedikitnya dua jet tempur dan tiga pesawat militer AS lainnya hancur akibat serangan itu.
Tak berhenti di Yordania, Iran juga mengaku melancarkan serangan ke fasilitas logistik Angkatan Laut Amerika Serikat di Kuwait. Dalam gelombang ke-19 Operasi Nasr 2, rudal dan drone disebut menghantam dermaga pendukung pengisian bahan bakar di Pelabuhan Al Ahmadi yang digunakan militer AS.
Sasaran berikutnya adalah Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain. IRGC menyatakan lokasi tersebut ikut diserang sebagai bagian dari operasi balasan terhadap aksi militer Amerika Serikat.
Ketegangan kedua negara terus meningkat sejak 8 Juli, ketika militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi itu sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Situasi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 9 Juli menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku. (*)




