Sejumlah tokoh dari Persyarikatan Muhammadiyah masuk ke dalam Kabinet Merah Putih yang di pimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satu figur yang menonjol adalah Abdul Mu’ti, yang di angkat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada 21 Oktober 2024 di Istana Kepresidenan Jakarta.
Penunjukan Abdul Mu’ti sebagai bagian dari jajaran kabinet ini tidak lepas dari rekam jejak dan pengaruhnya yang besar dalam dunia pendidikan dan organisasi Muhammadiyah.
Latar Belakang Pendidikan dan Akademis Abdul Mu’ti
Abdul Mu’ti di lahirkan pada 2 September 1968 di Kudus, Jawa Tengah. Sejak dini, Abdul Mu’ti telah menunjukkan kecintaan pada dunia pendidikan, dengan menamatkan pendidikan dasar hingga menengahnya di berbagai institusi pendidikan Islam.
Ia menyelesaikan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Manafiul Ulum pada tahun 1980, di lanjutkan di Madrasah Tsanawiyah Negeri pada tahun 1983 dan menuntaskan pendidikan menengahnya di Madrasah Aliyah Negeri Purwodadi Filial Kudus pada tahun 1986.
Semangat belajarnya tidak berhenti di situ. Abdul Mu’ti melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang dan meraih gelar Sarjana S-1 pada tahun 1991. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S-2 di School of Education, Flinders University of South Australia (Adelaide), lulus pada tahun 1997.
Pencapaian akademiknya semakin cemerlang ketika Abdul Mu’ti berhasil meraih gelar doktor (S-3) di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2008.
Tak hanya itu, Abdul Mu’ti juga aktif dalam berbagai kursus dan pelatihan internasional. Salah satu yang paling menonjol adalah Short Course on Governance and Shariah di University of Birmingham (Birmingham, Inggris) pada tahun 2005. Pengalaman internasional ini memperkaya wawasan Abdul Mu’ti dalam memandang pendidikan, kebijakan, dan peran agama dalam masyarakat.
Baca juga: Muhammadiyah Pertimbangkan Opsi Akusisi Bank Bukopin Syariah
Karir dan Peran di Muhammadiyah
Sejak bergabung dengan Muhammadiyah pada tahun 1994, Abdul Mu’ti terus aktif di berbagai lini organisasi ini. Kiprahnya di mulai sejak ia menjadi anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di IAIN Walisongo pada tahun 1987.
Kemudian ia terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang IMM Semarang pada tahun 1991-1992 dan melanjutkan karir organisasi dengan menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah IMM Jawa Tengah pada tahun 1993-1994.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Australia, Abdul-Mu’ti terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah pada periode 1998-2002.
Karirnya di Muhammadiyah terus menanjak dengan di percaya sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah (2000-2002). Puncaknya, ia menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah untuk periode 2002-2006.
Pengalaman panjang di Muhammadiyah membuat Abdul-Mu’ti sangat memahami dinamika pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Pada tahun 2005-2010, ia menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebuah posisi yang sangat strategis dalam mengembangkan pendidikan Islam di Indonesia.
Selanjutnya, ia terpilih menjadi Sekretaris PP Muhammadiyah untuk periode 2010-2015, dan pada Muktamar Muhammadiyah ke-47 di tahun 2015, ia kembali terpilih untuk periode 2015-2020. Tidak hanya itu, dalam Muktamar ke-48 di Surakarta, Abdul-Mu’ti sekali lagi di percaya untuk periode 2022-2027 sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kiprah Internasional dan Aktivitas di Luar Muhammadiyah
Abdul Mu’ti juga di kenal aktif dalam dunia internasional. Sejak tahun 2006, ia telah menjadi salah satu penasehat di The British Council, London. Pengalamannya di dunia internasional semakin terlihat ketika ia menjadi Direktur Eksekutif Centre for Dialog and Cooperation among Civilisation (CDCC).
CDCC merupakan organisasi yang fokus pada dialog antarperadaban dan Abdul Mu’ti tercatat sebagai orang Asia pertama yang menjabat sebagai Direktur di lembaga ini.
Abdul Mu’ti juga merupakan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Wakil Sekretaris Tim Penanggulangan Terorisme. Dalam forum ini, Abdul-Mu’ti aktif dalam upaya membangun perdamaian antaragama dan mendorong dialog lintas iman. Pada tahun 2007, ia menjadi salah satu delegasi Indonesia untuk kampanye perdamaian di Amerika Serikat.
Di tahun yang sama, Abdul Mu’ti bergabung dalam Indonesia-United Kingdom Islamic Advisory Group (IUIAG). Sebuah inisiatif kolaboratif antara pemerintah Indonesia dan Inggris dalam isu-isu keagamaan dan perdamaian.
Penghargaan dan Publikasi Abdul Mu’ti
Atas kontribusinya dalam kegiatan internasional dan hubungan antarbangsa. Abdul Mu’ti menerima Australian Alumni Award pada tahun 2008 dalam kategori Inspiration Award. Penghargaan ini di berikan sebagai apresiasi atas peran aktifnya dalam membangun persahabatan dan dialog lintas negara.
Selain itu, Abdul-Mu’ti juga menjadi alumni pertama program Indonesia-Australia Young Muslim Leaders Exchange Program yang pertama kali di rintis pada tahun 2002.
Sebagai akademisi, Abdul-Mu’ti aktif menulis dan menerbitkan berbagai buku yang berfokus pada isu-isu pendidikan, moderasi beragama, dan dialog antaragama. Beberapa buku yang telah di terbitkannya antara lain:
- Deformalisasi Islam: Moderasi Beragama di Tengah Pluralitas (2004),
- Kristen Muhammadiyah: Konvergensi Muslim dan Kristen Dalam Pendidikan (2009),
- Inkulturasi Islam: Menyemai Keadilan, Persaudaraan, dan Emansipasi Kemanusiaan (2009).
Pada tahun 2020, Abdul Mu’ti di kukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Memperkuat statusnya sebagai salah satu intelektual Muslim terkemuka di Indonesia.
Penunjukan sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman panjang dalam organisasi Muhammadiyah serta dunia internasional. Abdul-Mu’ti adalah pilihan yang tepat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Kabinet Merah Putih yang di pimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Perannya sebagai menteri di harapkan dapat membawa pembaruan dan inovasi dalam sistem pendidikan dasar dan menengah Indonesia. Khususnya dalam mengatasi berbagai tantangan di era digital dan globalisasi.
Dengan pengalamannya dalam dunia pendidikan Islam, Abdul Mu’ti di harapkan mampu memajukan pendidikan nasional yang lebih inklusif dan berdaya saing global.
