KITAINDONESIASATU.COM – Ratusan anak muda pria dan wanita dari berbagai latar belakang pendidikan kabur ke luar negeri untuk mencari penghidupan yang layak.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang kini sedang memburu lapangan pekerjaan di luar negeri setelah terbatasan lapangan pekerjaan di dalam negeri dengan upah yang yang layak.
Data dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja atau Diperinaker Bojonegoro mendatat hingga bulan Juni 2926 ini setidaknya terdapat 304 calon pekerja migran Indonesia menyatakan akan berangkat ke luar negeri.
Pada hal berdasarkan data yang ada tahun sebelumnya hanya tercatat sebanyak 180 orang calon pekerja migran Indonesia yang berminat pekerjaan di luar negeri.
Dari data yang ada kenaikan itu terjadi hampir setiap bulan, pada Januari tercatat 28 orang, Februari 55 orang, Maret 29 orang, April 56 orang dan Juni melonjak hingga mencapai 79 orang.
Pada hal pada perode yang sama pada tahun sebelumnya tahun 2025 pada semester pertama berjumlah antara 17 hingga 47 orang saja, kini terjadi lonjakan drastis.
Kepala Dinperinaker Bojonegoro Mahmudi kepada wartawanmenjelaskan jumlah warga yang ingin mendapatkan pekerjaan di luar negeri memang meningkat, karena tidak lepas dari faktor ekonomi.
Kesempatan pekerjaan di luar negeri mereka nilai menawarkan pendapatan yang jauh lebih baik dibanding bekerja di dalam negeri apalagi bekerja yang dekat dengan rumah mereka.
Bekerja di luar negeri memang lebih menjanjikan dengan gaji yang jauh lebih tinggi dibanding bekerja di dalam negeri.
Menurut data yang tercatat para pencari kerja seluruhnya berusia produktif yang berpendidikan SD hingga SMA, untuk pendidikan SD sebanyak 33 orang, SMP sederajat 90 orang dan SMA sederajat 187 orang.
Sementara negara tujuan kerja mereka kebanyakan ke Taiwan yang masih menjadi prioritas tujuan kerja mereka dengan jumlah peminat sebanyak 193 calon pencari kerja, kemudian Hong Kong sebanyak 56 orang dan Malaysia sebanyak 29 orang calon pekerja, mereka bekerja sebagai asisten rumah tangga, perawat, hingga sektor industri dan konstruksi. **



