KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama Teheran dalam perundingan dengan Washington, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras dengan menegaskan bahwa era kesepakatan sepihak telah berakhir.
Melalui akun X pada Minggu (12/7) dini hari waktu setempat, Ghalibaf menegaskan Iran tidak akan lagi menerima komitmen yang hanya menguntungkan satu pihak.
“Era kesepakatan sepihak telah berakhir. Kami sudah memperingatkan Anda, tepati janji Anda atau tanggung akibatnya. Kenyataan sudah di depan mata,” tulis Ghalibaf.
Unggahan tersebut turut menyertakan kutipan Pasal 5 dalam Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad, kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada 18 Juni lalu. Pasal itu mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan penekanan pada ketentuan bahwa Republik Islam Iran akan mengatur mekanisme pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut.
Pernyataan Ghalibaf muncul di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat. Iran sebelumnya melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan serta instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Di sisi lain, militer AS melancarkan gelombang serangan ketiga dengan menyasar fasilitas radar, rudal, dan drone milik Iran di wilayah selatan negara itu.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai balasan setelah Iran menembaki kapal dagang di Selat Hormuz dan menutup jalur pelayaran strategis itu hingga waktu yang belum ditentukan. Dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan hilang.
Meningkatnya ketegangan kedua negara kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah, terutama terkait masa depan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia. (Sumber: Anadolu)





