Berita UtamaNews

Krisis Air Bersih dan Kekeringan Ekstrem Landa Beberapa Wilayah di Indonesia

×

Krisis Air Bersih dan Kekeringan Ekstrem Landa Beberapa Wilayah di Indonesia

Sebarkan artikel ini
kemarau
Ilustrasi lahan yang kekeringan (Dok Kis)

KITAINDONESIASATU.COM – Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami krisis air bersih dan kekeringan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber, krisis air bersih dan kekeringan ekstrem tersebut antara lain terjadi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dan Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Rembang, menurut beberapa sumber, sebanyak 67 desamengalami krisis air bersih akibat kekeringan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Sri Jarwati.

Sri menyebutkan bahwa Desa Tlogotunggal adalah yang paling terdampak, dengan 626 kepala keluarga atau 2.549 jiwa. Kekeringan juga melanda Kecamatan Selopuro dan Sedan, yang totalnya mencakup 951 KK atau 2.927 jiwa. ‘

Baca Juga  Harga Emas Antam Anjlok ke Rp2.850.000 per Gram Hari Ini!

Menurut Sri, fenomena ini telah terjadi sejak dua bulan terakhir, terutama di bulan September dan awal Oktober.

Dia menjelaskan bahwa Desa Kenongo, yang biasanya tidak mengalami kekeringan, juga terpengaruh tahun ini karena sumber air yang menurun.

“Beberapa desa yang sebelumnya tidak melaporkan kekeringan kini mengalami masalah ini,” ujarnya.

Untuk mengatasi kekeringan, BPBD berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepala desa dan perusahaan. Untuk melakukan droping air ke daerah yang paling membutuhkan.

Bantuan air bersih sudah di lakukan tiga kali seminggu, dan lembaga serta perusahaan juga turut berkontribusi.

Baca Juga  Gagal ke Piala Dunia 2026, Patrick Kluivert Resmi Dipecat dari Kursi Pelatih Timnas Indonesia

Baca juga: Menko PMK Sebut Indonesia Ditakdirkan Miliki Risiko Bencana Super Kompleks

Sri berharap musim hujan segera tiba, dan BPBD telah mengadakan rapat dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) untuk membahas kemungkinan kedatangan musim hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *