KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada Jumat, 10 Juli 2026, dengan pergerakan positif.
Setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya, pasar saham Indonesia kembali menunjukkan optimisme pada awal perdagangan.
Di sisi lain, penguatan IHSG belum mampu diikuti oleh nilai tukar rupiah yang masih berada dalam tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat.
IHSG dibuka menguat sebesar 0,40 persen ke level 5.936,03. Pergerakan tersebut mencerminkan meningkatnya minat beli investor di tengah sentimen positif yang datang dari pasar regional.
Kenaikan indeks menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih melihat peluang di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Bursa IHSG Asia Menghijau, Rupiah Masih Tertekan
Pergerakan positif juga terlihat di sejumlah bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang mencatat penguatan signifikan, disusul Hang Seng Hong Kong, SSE Composite China, hingga Straits Times Singapura yang seluruhnya berada di zona hijau pada awal perdagangan.
Meski pasar saham regional bergerak menguat, kondisi berbeda terjadi di pasar valuta asing. Berdasarkan data perdagangan pagi, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp18.128 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan mata uang Garuda masih mengalami pelemahan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Kondisi ini mencerminkan bahwa pasar keuangan masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari pergerakan dolar AS, kebijakan suku bunga global, hingga sentimen geopolitik.
Investor pun diperkirakan akan tetap mencermati perkembangan ekonomi internasional untuk menentukan langkah investasi berikutnya.


