KITAINDONESIASATU.COM – Bintang Timnas Kolombia, Jhon Arias, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Kolombia setelah langkah Los Cafeteros harus terhenti secara menyakitkan di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan dramatis dari Swiss lewat adu penalti diakui menjadi pukulan yang sangat berat karena besarnya harapan dan dukungan yang diberikan para suporter sepanjang turnamen.
“Saya ingin meminta maaf. Negara ini telah menunjukkan kepercayaan luar biasa kepada kami. Mereka berjuang bersama kami, dan itulah yang membuat rasa sakit ini terasa jauh lebih besar,” ujar Arias usai pertandingan.
Meski kecewa, pemain bernomor punggung 11 itu menegaskan Kolombia tidak boleh terus larut dalam kegagalan. Menurutnya, semangat pantang menyerah sudah menjadi karakter masyarakat Kolombia dan harus menjadi modal untuk bangkit lebih kuat.
“Orang Kolombia selalu mampu bangkit dari masa-masa sulit. Saya berharap kegagalan ini menjadi awal baru menuju pencapaian yang lebih besar di masa depan,” katanya.
Kolombia harus mengubur mimpi melangkah lebih jauh setelah bermain imbang tanpa gol melawan Swiss selama waktu normal sebelum akhirnya kalah dalam drama adu penalti yang menegangkan.
Arias menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik sepanjang Piala Dunia 2026. Namun, ia mengakui performa tersebut belum cukup untuk membawa Kolombia mewujudkan ambisi besar menembus babak final.
“Kalau melihat perjalanan kami secara keseluruhan, kami menjalani turnamen yang baik. Sayangnya itu belum cukup. Kami harus melakukan banyak pembenahan agar empat tahun lagi bisa melangkah hingga final,” ucapnya.
Dalam pertandingan kontra Swiss, Kolombia tampil agresif dan mendominasi penguasaan bola. Meski demikian, Arias mengakui tekanan besar di laga hidup-mati membuat tim kesulitan memaksimalkan peluang yang tercipta.
Ia juga menilai masih ada kelemahan yang harus segera dibenahi agar Kolombia mampu memenangkan pertandingan-pertandingan besar di masa mendatang.
“Masih ada sesuatu yang kurang dari tim ini. Kami harus mengevaluasi semuanya dengan kepala dingin agar bisa tampil lebih baik bersama tim nasional,” ungkap Arias.
Pemain berusia 28 tahun itu menolak menjadikan jadwal perjalanan panjang selama turnamen sebagai kambing hitam atas kegagalan Kolombia. Menurutnya, faktor fisik memang berpengaruh, tetapi bukan alasan utama tim gagal melangkah lebih jauh.
“Perjalanan memang menguras tenaga, tetapi kami tidak boleh terus mencari alasan. Kami punya kualitas untuk bersaing dan sudah menunjukkannya. Sayangnya perjalanan kami harus berakhir di sini,” tegasnya.
Kolombia sendiri menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan catatan cukup impresif setelah lolos dari fase grup sebagai wakil Grup K. Namun, langkah mereka akhirnya dihentikan Swiss di babak 16 besar.
Menutup pernyataannya, Arias kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh suporter yang tanpa henti memberikan dukungan kepada tim nasional. Ia berharap evaluasi besar-besaran yang dilakukan menjadi awal kebangkitan Kolombia untuk mewujudkan mimpi meraih prestasi lebih tinggi pada Piala Dunia berikutnya. (*)





