Sepakbola

Sudah Unggul, Malah Tersingkir! Niakhaté Akui Senegal Sulit Terima Kekalahan dari Belgia

×

Sudah Unggul, Malah Tersingkir! Niakhaté Akui Senegal Sulit Terima Kekalahan dari Belgia

Sebarkan artikel ini
NIKHATE
Moussa Niakhaté. (Dok. Antara)

KITAINDONESIASATU.COM – Bek tim nasional Senegal, Moussa Niakhaté, tak mampu menyembunyikan rasa kecewa setelah timnya harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 secara dramatis. Senegal dipaksa angkat koper usai takluk 2-3 dari Belgia pada babak 32 besar di Stadion Lumen Field, Seattle, Washington, Amerika Serikat, Rabu (1/7) waktu setempat.

Hasil tersebut terasa begitu menyakitkan karena Senegal sebenarnya tampil luar biasa dan sempat membuat Belgia tertekan lewat keunggulan dua gol. Namun, hanya dalam hitungan menit, semuanya berubah. Belgia bangkit secara spektakuler, mencetak gol-gol krusial, lalu membalikkan keadaan hingga memastikan tiket ke babak 16 besar.

Niakhaté mengaku sulit menerima kenyataan pahit itu. Menurutnya, Senegal menguasai pertandingan hampir sepanjang laga, tetapi kehilangan fokus pada momen-momen yang justru menentukan nasib mereka.

“Kami sangat kecewa. Dalam lima menit kami kehilangan dua gol, padahal selama 80 menit kami bermain sangat baik,” ujar Niakhaté.

Bek berpengalaman itu menilai kekalahan tersebut terasa sangat kejam. Ia yakin Senegal tampil solid hampir sepanjang pertandingan, tetapi kesalahan-kesalahan kecil akhirnya harus dibayar mahal ketika Belgia menemukan momentum kebangkitan.

Menurutnya, detail-detail kecil menjadi pembeda. Saat Belgia mulai menemukan ritme permainan, mereka mampu memanfaatkan setiap celah di lini pertahanan Senegal hingga sukses membalikkan skor.

“Kami memberikan segalanya. Tentu ada kesalahan. Kalau tidak, kami pasti lolos ke babak berikutnya,” katanya.

Niakhaté juga menilai laga melawan Belgia menjadi salah satu penampilan terbaik Senegal sepanjang turnamen. Mampu unggul 2-0 atas salah satu tim kuat dunia menjadi bukti kualitas mereka, meski akhirnya gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Kekecewaan itu semakin mendalam karena Senegal datang ke Piala Dunia dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya sukses menjuarai Piala Afrika. Seluruh pemain memiliki ambisi besar untuk menciptakan sejarah baru, namun mimpi tersebut harus kandas lebih cepat dari harapan.

“Kami ingin memberikan perjalanan yang hebat di Piala Dunia ini. Tim ini 100 persen bertekad melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hari ini kami tidak cukup baik,” ucapnya.

Tak hanya merasakan kesedihan sebagai pemain, Niakhaté juga memikirkan jutaan pendukung Senegal yang setia memberikan dukungan dari tanah air maupun berbagai penjuru dunia.

“Saya tidak bisa membayangkan orang-orang Senegal di Dakar maupun di seluruh dunia. Kami membuat mereka bangga selama beberapa bulan terakhir, tetapi hari ini kami mengecewakan mereka,” tuturnya.

Meski tersingkir, Niakhaté menegaskan seluruh pemain sudah mengerahkan kemampuan terbaik di lapangan. Ia tidak menyesali perjuangan timnya, walau hasil akhirnya tetap sulit diterima.

Saat ditanya mengenai insiden penalti yang mewarnai pertandingan, Niakhaté memilih tidak memperdebatkannya. Ia mengaku tidak melihat tayangan ulang dan enggan menjadikan keputusan wasit sebagai alasan atas kekalahan Senegal.

“Saya tidak melihat ulangannya. Saya tidak ingin berbicara soal penalti. Kalau Anda bilang itu penalti, ya berarti penalti,” katanya.

Kekalahan dramatis ini memastikan langkah Senegal terhenti di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Sementara itu, Belgia melanjutkan laju mereka ke babak 16 besar dan sudah ditunggu tuan rumah Amerika Serikat dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *