Advertorial

Soroti Kebijakan Transportasi, Sendi-Melli Kampanyekan Program Bogor 15 Menit

×

Soroti Kebijakan Transportasi, Sendi-Melli Kampanyekan Program Bogor 15 Menit

Sebarkan artikel ini
Calon Wali Kota Bogor, Nomor Urut 1, Sendi Fardiansyah mencoba layanan Biskita. (Nicho)
Calon Wali Kota Bogor, Nomor Urut 1, Sendi Fardiansyah mencoba layanan Biskita. (Nicho)

KITAINDONESIASATU.COM – Masalah transportasi di Kota Bogor selama satu dekade terakhir menjadi sorotan utama pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut satu, Sendi Fardiansyah dan Melli Darsa.

Menurut Sendi-Melli, banyak hal yang belum terurus dengan baik, khususnya terkait kemacetan yang tak kunjung terselesaikan dan minimnya integrasi transportasi publik yang efisien.

Selama 10 tahun terakhir, Bogor memang telah mencoba menerapkan beberapa kebijakan transportasi seperti Sistem Satu Arah (SSA) dan layanan Biskita. Namun, hasilnya belum menunjukkan perubahan yang signifikan.

Baca Juga  Bawaslu Kota Bogor Raih Dua Penghargaan pada Anugerah Kehumasan dan Datin Bawaslu se-Jawa Barat 2024

Sendi Fardiansyah menyoroti bagaimana SSA hanya bersifat sementara dan bahkan menyebabkan kemacetan di titik-titik lain yang tidak diprioritaskan.

“Kemacetan masih menjadi masalah besar, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan di pusat kota. Sistem Satu Arah hanya memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain, dan ini bukan solusi jangka panjang yang efektif,” tegas Sendi.

Selain itu, peluncuran moda transportasi berjenis Bus Rapid Transit (BRT), Biskita, juga dianggap masih belum terlalu efektif mengurai soal kemacetan.

“Rutenya masih terbatas. Keberlanjutan subsidi dari Kemebhub juga masih perlu kita hitung dalam kerangka fiskal 5 sampai 10 tahun ke depan. Ini jadi tantangan,” ungkap Sendi.

Baca Juga  Pertemuan Khidmat Sendi Fardiansyah dan Habib Luthfi, Ini Pesan Penting Sang Ulama

Pasangan ini juga menyoroti minimnya integrasi transportasi antara Angkot, Biskita, dan kereta _commuter line_.

“Warga Bogor masih kesulitan untuk berpindah antarmoda transportasi. Angkot dan Biskita belum terintegrasi dengan kereta, padahal banyak warga yang menggunakan _commuter line_ untuk bekerja di Jakarta,” tambah Sendi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *