News

811 UMKM Berebut Kios Pasar Jambu Dua, Wali Kota Bogor Ungkap Penyebabnya

×

811 UMKM Berebut Kios Pasar Jambu Dua, Wali Kota Bogor Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Berebut Kios Pasar Jambu Dua Bogor
Permintaan kios Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua Kota Bogor mencapai 811 pelaku UMKM, sementara ketersediaannya hanya sekitar 600 unit. Wali Kota Dedie A. Rachim mengungkap penyebab tingginya minat tersebut.

KITAINDONESIASATU.COM- Antusiasme pelaku UMKM Kota Bogor untuk mengembangkan usaha kuliner terus meningkat. Hal itu terlihat dari tingginya minat menyewa los maupun kios di Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua yang kini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dan Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, meninjau langsung sekaligus berbelanja di Pasar Jambu Dua, Senin 29 Juni 2026.

Pasar Jambu Dua kini telah dilengkapi berbagai fasilitas modern. Lantai bawah digunakan sebagai area pedagang basah, sedangkan lantai atas menjadi sentra kuliner yang menghadirkan beragam pilihan makanan dan minuman.

Dedie A. Rachim mengungkapkan, tingginya minat pelaku UMKM terlihat dari jumlah permintaan kios yang mencapai 811 pelaku usaha, sementara ketersediaan los maupun kios baru sekitar 600 unit. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang masih harus menunggu giliran untuk mendapatkan tempat berjualan.

“Iya, ternyata demand-nya lebih banyak ketimbang supply-nya. Artinya memang masyarakat ingin berusaha dengan harga kios yang terjangkau. Dan Pasar Jambu Dua mampu menghadirkan lokasi usaha yang affordable, yang harganya sangat terjangkau,” ujar Dedie A. Rachim.

Ia juga berpesan kepada PT Bogor Artha Makmur (BAM) selaku mitra Perumda Pasar Pakuan Jaya agar apabila ke depan dilakukan penyesuaian harga sewa kios, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap setelah kondisi penjualan para pedagang stabil.

Menurut Dedie, keberadaan sentra kuliner tersebut tidak hanya menggerakkan ekonomi kerakyatan, tetapi juga memperkuat komitmen Kota Bogor sebagai kota gastronomi.

“Dan ini juga menjadi bagian dari meneguhkan komitmen Kota Bogor sebagai kota gastronomi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Dedie A. Rachim turut mengajak seluruh kepala perangkat daerah untuk ikut mempromosikan sekaligus berbelanja di sentra kuliner maupun pasar basah Pasar Jambu Dua.

Direktur Utama PT Bogor Artha Makmur (BAM), MH Ages, mengatakan pihaknya memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku UMKM. Selama tiga bulan pertama, penyewa kios hanya dikenakan biaya Rp1 juta sebagai masa uji coba. Setelah itu, apabila pelaku usaha membutuhkan tambahan kios, PT BAM akan menyesuaikannya dengan ketersediaan.

Selain memberikan keringanan biaya sewa, PT BAM juga aktif mempromosikan para pelaku usaha melalui media sosial dan melibatkan influencer untuk menarik minat masyarakat.

“Untuk promosi kami pakai influencer bernama Amanda, itu luar biasa. Tentunya ada bantuan dari rekan-rekan media juga, sangat membantu kami untuk meramaikan Pasar Jambu Dua. Yang mengisi hampir 90 persen merupakan UMKM. Mereka mengetahui informasi ini dari media massa dan media sosial. Bahkan ada yang datang dari Jakarta, Jawa Tengah, dan beberapa daerah sekitar Bogor,” paparnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menambahkan bahwa sejak dua tahun lalu Pasar Jambu Dua dirancang sebagai pasar rakyat modern yang bersih, nyaman, serta memiliki harga sewa yang terjangkau.

“Kami menerapkan semua arahan pimpinan. Rekan-rekan pimpinan perangkat daerah juga mendukung dengan berwisata kuliner di sini,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat terus memanfaatkan Pasar Jambu Dua sebagai destinasi berbelanja sekaligus menikmati beragam kuliner yang tersedia di sentra kuliner tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *