KITAINDONESIASATU.COM- Gastrofest 2026 resmi dibuka sebagai festival gastronomi pertama di Kota Bogor yang menjadi langkah awal memperkuat identitas kuliner daerah sekaligus mendorong pengakuan sebagai Kota Gastronomi berkelas dunia.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan Gastrofest akan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan dan mengangkat potensi kuliner lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Alhamdulillah hari ini kita mengukir sejarah lagi di Kota Bogor. Kita akan memulai sebuah event yang nantinya akan kita ulang terus secara rutin setiap tahun, yaitu Gastrofest Bogor. Ini merupakan bagian dari komitmen Kota Bogor untuk menjadikan dan mendorong Kota Bogor menjadi kota gastronomi,” ujar Dedie usai membuka Gastrofest 2026 di Lapangan IPB Baranangsiang, Jalan Malabar, Kota Bogor, Sabtu 27 Juni 2026.
Gastrofest Dorong Bogor Menuju UNESCO
Gastrofest 2026 merupakan kolaborasi Forum Bogor Kota Gastronomi dan myBCA dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Festival ini menghadirkan 62 tenant kuliner lokal sebagai wadah promosi sekaligus kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.
Dedie menjelaskan, salah satu syarat menuju pengakuan UNESCO adalah memiliki industri kuliner yang berkualitas dan mendapat pengakuan internasional. Karena itu, ia meminta dilakukan kurasi terhadap restoran dan kuliner unggulan Kota Bogor agar berpeluang memperoleh penilaian Michelin Star.
“Salah satu syarat menuju UNESCO adalah restoran-restorannya memiliki kualitas terbaik, indikator yang dikenal dunia adalah Michelin Star. Bogor sebetulnya punya banyak potensi, hanya mungkin belum pernah diajukan,” katanya.
Gastronomi Bukan Sekadar Kuliner
Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidar, mengatakan gastronomi tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga sejarah, budaya, hingga pengelolaan pangan dari hulu ke hilir.
Menurutnya, Kota Bogor memiliki sejarah panjang dalam pengelolaan pangan yang menjadi modal kuat untuk mewujudkan cita-cita sebagai Kota Gastronomi.
“Melalui forum ini kita mencoba mengekspos potensi-potensi Kota Bogor dan menyambungkannya dengan penguatan ekonomi daerah. Dari sejarah, budaya, hingga pelaku usahanya, semua kita dorong menuju UNESCO agar Bogor memperoleh pengakuan sebagai Kota Gastronomi,” pungkas Haidar.


