Berita Utama

Menembus Batas 2.700 Km: Anggota AW 88 Sukses Taklukkan Tour Overland Jakarta–Bali dalam 9 Etape

×

Menembus Batas 2.700 Km: Anggota AW 88 Sukses Taklukkan Tour Overland Jakarta–Bali dalam 9 Etape

Sebarkan artikel ini
AW
Anggota AW 88 dan keluarga mengikuti kegiatan touring Jakarta - Bali PP yang berlangsung selama sepekan. Kegiatan ini juga diselingi aksi sosial. (Tbn/KIS)

KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah catatan perjalanan luar biasa dan penuh tantangan baru saja ditorehkan oleh Anggota Atmanya Wedana (AW) 88 dan keluarga. Setelah menempuh perjalanan panjang membelah Pulau Jawa hingga menyeberang ke Pulau Dewata, rombongan Tour Over Land AW 88 akhirnya resmi menyentuh garis finis di Jakarta pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurut salah satu anggota AW 88, Irjen Pol. (Purn) Hendro Sugiatmo didampingi Brigjen Pol. (Purn) Edy Setyia, Sabtu (27/6/2026) mengungkapkan, perjalanan yang dimulai sejak 19 Juni 2026 ini sukses menempuh jarak total sejauh 2.700 kilometer (km) yang terbagi ke dalam 9 etape Jakarta – Bali pulang pergi.

Mengusung misi menguji ketangguhan fisik, mental, serta performa kendaraan, petualangan lintas pulau ini tidak hanya sekadar ajang berkendara biasa. Di sepanjang rute, para peserta disuguhkan kombinasi jalur yang sangat bervariasi—mulai dari jalur bebas hambatan yang memacu kecepatan, jalanan berliku di lereng pegunungan, hingga medan semi-offroad yang menuntut konsentrasi tinggi.

Etape Awal: Membelah Jalur Pantura dan Tol Trans Jawa

Perjalanan epik ini dimulai dari titik keberangkatan di Jakarta pada Jumat, 19 Juni 2026. Pada etape-etape awal, rombongan AW 88 langsung dihadapkan pada kepadatan lalu lintas khas ibu kota sebelum akhirnya membelah jalur Pantai Utara (Pantura) dan memanfaatkan efisiensi tol Trans Jawa.

Etape pertama hingga ketiga membawa rombongan melintasi kota-kota besar seperti Cirebon, Tegal dan Purwokerto lewat jalur selatan. Di Purwokerto yang berhawa sejuk ini, rombongan yang merupakan alumni lulusan Akpol 1988 ini menginap semalam.

Setelah menginap di Purwokerto, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pacitan untuk melaksanakan kegiatan aksi sosial bagi warga sekitar. Dari Pacitan rombongan AW menuju Malang dan Banyuwangi sambil menikmati pemandangan yang sejuk di kawasan Jawa Timur tersebut.

Pada fase ini, manajemen kecepatan dan formasi touring menjadi kunci utama. Menjaga jarak aman di tengah kecepatan tinggi jalan tol terbukti menguji kedisiplinan para pengemudi. Beruntung, koordinasi yang matang melalui komunikasi radio membuat seluruh rangkaian kendaraan dapat melaju secara teratur tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.

Tantangan Jalur Tengah dan Eksotisme Jawa Timur

Memasuki etape selanjutnya rute mulai bergeser meninggalkan jalur lurus jalan tol dan beralih ke jalur tengah serta selatan yang lebih menantang. Anggota AW 88 sengaja memilih rute yang melewati Pacitan, Malang, hingga Banyuwangi untuk mengeksplorasi keindahan alam sekaligus menguji ketahanan kendaraan di jalur menanjak.

Jalur berliku di kawasan perbukitan Jawa Timur menjadi salah satu ujian terberat bagi sistem pengereman dan performa mesin kendaraan peserta. Suhu udara yang dinamis, mulai dari panas menyengat di dataran rendah hingga udara dingin berkabut saat melintasi area pegunungan, menuntut kesiapan kendaraan yang prima.

Beberapa kali rombongan harus berhenti di titik rest area yang telah ditentukan untuk melakukan pengecekan teknis cairan pendingin (coolant), tekanan angin ban, dan kondisi oli mesin demi memastikan tidak ada kendala overheat.

Di sela-sela ketatnya jadwal berkendara, Tour Over Land ini juga diisi dengan kegiatan sosial dan promosi pariwisata lokal. Anggota AW 88 juga menyempatkan diri singgah di beberapa destinasi wisata tersembunyi guna mengekspos kuliner tradisional dan kebudayaan daerah yang mereka lalui.

Hal ini sejalan dengan visi AW 88 untuk menjadikan kegiatan touring memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah setempat.

Penyeberangan Selat Bali

Setelah menempuh ribuan kilometer di daratan Pulau Jawa, rombongan akhirnya tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, untuk bersiap menyeberang ke Pulau Bali menggunakan kapal feri. Proses logistik penyeberangan puluhan kendaraan komunitis ini berjalan lancar berkat koordinasi yang rapi dengan pihak otoritas pelabuhan.

Begitu menginjakkan kaki di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tantangan belum usai. Rombongan masih harus menghadapi jalur berliku di kawasan hutan barat Bali menuju arah Denpasar sebagai destinasi akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *