News

Sound Horeg Gaspol! Warga Joget Heboh Usai Pelantikan Prabowo-Gibran

×

Sound Horeg Gaspol! Warga Joget Heboh Usai Pelantikan Prabowo-Gibran

Sebarkan artikel ini
Panggung musik di kawasan Sudirman dipenuhi warga usai pelantikan Presiden Prabowo. (Ist)
Panggung musik di kawasan Sudirman dipenuhi warga usai pelantikan Presiden Prabowo. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Suasana meriah menyelimuti Jalan Jenderal Sudirman usai pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Gedung DPR/MPR RI, Minggu 20 Oktober 2024. 

Dentuman suara dari sebuah truk yang tiba-tiba menghentak keras menarik perhatian warga. Lagu kampanye ‘Oke Gas’ yang populer selama masa kampanye Prabowo-Gibran diputar dengan lantang dari truk itu, membuat kerumunan warga yang hadir spontan berjoget riang. 

Hal itu mengundang sorak sorai warga. Suasana semakin semarak ketika terungkap bahwa truk-truk yang berderet di lokasi tersebut berasal dari Jawa Timur, dengan sebagian besar pelat N. Truk-truk ini merupakan bagian dari fenomena ‘Sound Horeg’ kendaraan yang dilengkapi dengan perangkat audio bertenaga besar, yang selama ini sering muncul di berbagai acara di Jawa Timur maupun Tengah. 

“Kami sengaja datang jauh-jauh dari Jawa Timur untuk memeriahkan pelantikan Pak Prabowo dan Mas Gibran. Kampanye kemarin kan kami selalu ikut di GBK dan di berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,” ujar Suroso, salah satu crew dari Brewog Audio.

Suroso mengungkapkan, rombongan Sound Horeg bertolak dari Solo pada Sabtu, 19 Oktober 2024 pagi, dan tiba di Jakarta dini hari pada Minggu 20 Oktober 2024. Mereka membawa tumpukan sound system yang diangkut di atas truk, berhenti berulang kali di rest area untuk memastikan perlengkapan tetap aman.

“Untuk mengantisipasi debu dan air, kami pasang terpal. Pas istirahat di rest area, semuanya dicek, termasuk keamanan barang-barang yang kami bawa,” jelasnya.

Sound Horeg, lanjut Suroso, telah menjadi semacam fenomena tersendiri di kalangan masyarakat Jawa Timur. Kendaraan-kendaraan dengan audio besar ini tidak hanya digunakan untuk festival, tetapi juga untuk hajatan, pengajian, hingga acara sholawatan.

“Speaker di belakang truk itu beragam, dari yang 6 sampai 34 mata. Selain itu, ada lampu-lampu yang dipasang untuk menambah daya tarik,” tambahnya.

Suroso menjelaskan bahwa meskipun banyak bagian dari Sound Horeg dirakit secara mandiri, komponen-komponen seperti speaker dan power menggunakan produk build-up berkualitas tinggi. 

“Setiap suara yang dihasilkan punya karakteristik sendiri, pengaturannya pun berbeda-beda,” katanya, meskipun ia tidak merinci lebih lanjut soal pengaturan teknis tersebut.

Meski Sound Horeg kerap menjadi sorotan, termasuk karena beberapa pemberitaan negatif, Suroso tetap optimis.

Menurutnya, fenomena ini semakin banyak diminati oleh masyarakat. “Bukan tradisi, tapi sudah jadi fenomena. Orang sekarang banyak yang tertarik dengan Sound Horeg,” tutupnya. (Nicko)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *