KITAINDONESIASATU.COM- Kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD” terus digaungkan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Bogor, Yantie Rachim. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Roadshow Kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD” yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bogor Tengah, Jalan Kantin.
Dalam kegiatan tersebut, Yantie Rachim menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar tempat bermain, tetapi menjadi ruang penting bagi anak untuk membangun karakter, kemampuan bersosialisasi, serta keterampilan dasar kehidupan sebagai bekal di masa depan.
“Masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa PAUD adalah masa emas bagi anak usia 0 sampai 6 tahun, di mana stimulasi yang tepat pada masa ini akan membentuk fondasi kecerdasan anak sepanjang hidupnya,” ujar Yantie Rachim, Jumat 12 Juni 2026.
Ia menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengikuti PAUD lebih siap mengikuti proses pembelajaran di sekolah dasar. Selain itu, layanan PAUD juga berperan dalam memantau tumbuh kembang anak secara menyeluruh sekaligus mendeteksi gangguan perkembangan sejak dini.
Menurutnya, PAUD juga harus menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar mengenal lingkungan sosial, membangun kepercayaan diri, serta memahami nilai-nilai dasar dalam kehidupan sehari-hari.
Yantie Rachim mencontohkan, pembelajaran di PAUD dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian anak. Mulai dari diajarkan menghormati guru dan orang tua, berani ke toilet tanpa ditemani, makan sendiri, menaruh sepatu di rak sepatu, membuang sampah pada tempatnya, hingga membedakan berbagai jenis benda, warna maupun buah.
“Anak-anak di PAUD itu belum waktunya diberikan beban akademis, seperti misalnya harus bisa membaca, menulis, dan berhitung, yang diutamakan adalah aktivitas bermain sambil belajar yang menyenangkan untuk mengasah berbagai kemampuan sebagai fondasi penting dalam tumbuh kembang nya,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Yantie Rachim juga mengajak seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya layanan PAUD. Ia mendorong agar tidak ada anak usia dini yang terlewat dari akses pendidikan.
Ia menuturkan bahwa Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai ujung tombak di lapangan yang dapat mendeteksi anak-anak usia dini yang belum mendapatkan layanan PAUD.
“Melalui kampanye ‘Ayo Sekolah ke PAUD’, kita harus sama-sama menggerakkan masyarakat untuk memastikan tidak ada satu anak pun yang terlewat dari layanan PAUD. Bunda PAUD juga berperan menyelaraskan program PAUD dengan kebijakan Dinas Pendidikan agar layanan yang diberikan semakin berkualitas,” pungkasnya.
