News

NasDem Komit Dukung Prabowo dari Luar Kabinet

×

NasDem Komit Dukung Prabowo dari Luar Kabinet

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 18
NasDem Komit Dukung Prabowo

KITAINDONESIASATU.COM – Partai NasDem memberikan klarifikasi terkait keputusan mereka yang memilih untuk tidak masuk ke dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, menjelaskan bahwa publik keliru dalam menafsirkan sikap partai tersebut.
NasDem, meskipun tidak mengajukan nama calon menteri, tetap menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Prabowo.

“Yang perlu dipahami, NasDem memilih untuk tidak mengusulkan nama calon menteri, bukan keluar dari pemerintahan,” kata Irma Sabtu, 19 Oktober 2024.

Irma menegaskan bahwa keputusan untuk tidak mengusulkan menteri merupakan komitmen partai yang sudah dipegang teguh selama satu dekade.

Bahkan, saat mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo, NasDem juga tidak pernah mengajukan calon menteri meskipun akhirnya mendapatkan tiga posisi menteri di kabinet Jokowi. Ia menambahkan bahwa NasDem tidak ingin langsung meminta jatah menteri setelah baru bergabung, karena dianggap tidak etis.

NasDem akan mendukung pemerintahan Prabowo melalui fraksi mereka di DPR dan akan bertindak sebagai pengingat jika ada kesalahan dalam pemerintahan. Menurut Irma, partainya tetap akan berperan dalam mewujudkan visi dan misi Prabowo.

Sementara itu, Ketua DPP NasDem lainnya, Taufik Basari, menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak bergabung dalam kabinet Prabowo sudah dibahas sejak lama di internal partai.

Bahkan, saat Surya Paloh, Ketua Umum NasDem, bertemu Prabowo di Kertanegara pada 15 Agustus lalu, sikap partai ini sudah disampaikan langsung. Pernyataan ini bukan hal baru, karena sudah lama dipertimbangkan oleh partai.

Keputusan NasDem untuk tidak bergabung ke kabinet pemerintahan Prabowo semakin jelas ketika Sekretaris Jenderal NasDem, Hermawi Taslim, dan Wakil Ketua Umum, Saan Mustopa, menyampaikan sikap ini kepada publik.

Saan menyebut bahwa keputusan ini diambil berdasarkan etika dan kepatutan, mengingat NasDem bukan pendukung utama Prabowo dalam Pilpres. NasDem sendiri sebelumnya merupakan bagian dari koalisi pesaing yang mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar bersama PKS dan PKB.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *