KITAINDONESIASATU.COM – Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara Asia Tenggara.
Sejumlah negara di kawasan ASEAN tercatat melakukan penyesuaian harga BBM dalam beberapa waktu terakhir, termasuk Indonesia yang menaikkan harga BBM non subsidi.
Melalui PT Pertamina, pemerintah menyesuaikan harga beberapa produk BBM non subsidi per Juni 2026. Meski demikian, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih tetap dipertahankan sehingga menjadi penyangga daya beli masyarakat.
Perbandingan Harga BBM di Negara ASEAN
Berdasarkan data per 8 Juni 2026, harga bensin di beberapa negara ASEAN menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan:
- Indonesia (Pertamax): Rp16.250 per liter
- Malaysia: Rp16.448 per liter
- Filipina: Rp22.158 per liter
- Myanmar: Rp25.085 per liter
- Kamboja: Rp27.761 per liter
- Thailand: Rp28.910 per liter
- Laos: Rp31.945 per liter
- Singapura: Rp42.971 per liter
Jika melihat daftar tersebut, harga Pertamax di Indonesia masih lebih murah dibandingkan sebagian besar negara ASEAN. Bahkan, harga bensin di Singapura tercatat hampir tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan Pertamax.
Sementara itu, harga Pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Dengan harga tersebut, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan harga BBM paling terjangkau di kawasan Asia Tenggara meskipun terjadi penyesuaian pada BBM non subsidi.(*)

