KITAINDONESIASATU.COM – Situasi di Tepi Barat kembali memanas. Sekelompok pemukim Israel dilaporkan menyerang warga Palestina di Kota Beita, wilayah selatan Nablus, Jumat (5/6) malam.
Menurut berbagai sumber setempat, serangan terjadi di kawasan Al-Khalleh yang berada di sekitar Gunung Sabih. Warga Palestina disebut menjadi sasaran kekerasan, sementara rumah dan properti mereka turut dirusak dalam aksi brutal tersebut.
Gelombang kekerasan oleh pemukim Israel disebut meningkat drastis sejak agresi besar Israel terhadap Palestina pecah pada 7 Oktober 2023 lalu.
Serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil Palestina itu memicu kecaman internasional. Sejumlah negara bahkan telah menjatuhkan sanksi kepada para pemukim Israel yang dituding terlibat aksi kekerasan di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Kawasan Gunung Sabih sendiri memang menjadi titik panas konflik selama beberapa tahun terakhir. Wilayah itu terus memicu bentrokan akibat pembangunan pos pemukiman ilegal Israel bernama Evyatar yang berdiri di puncak gunung.
Warga Palestina di Beita selama ini dikenal aktif melakukan perlawanan dan aksi demonstrasi demi mempertahankan tanah mereka dari penyitaan.
Nablus, kota penting di utara Tepi Barat, juga menjadi simbol perjuangan rakyat Palestina. Selain dikenal sebagai pusat perdagangan dan budaya, kota bersejarah itu terkenal dengan arsitektur klasik, industri sabun zaitun, hingga kuliner khas seperti kinafeh.
Namun kini, ketegangan yang terus membara membuat wilayah tersebut kembali berada di bawah bayang-bayang konflik berkepanjangan.(Sumber: WAFA)

