KITAINDONESIASATU.COM – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya memberikan penghormatan tertinggi kepada dua personel perdamaian asal Indonesia yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan dunia sepanjang 2025.
Dalam upacara penuh haru di Markas Besar PBB, New York, Jumat (5/6), Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres secara resmi menganugerahkan medali prestisius Dag Hammarskjold kepada para penjaga perdamaian yang rela mengorbankan nyawa demi menjaga stabilitas dunia.
Dua nama dari Indonesia yang mendapat penghargaan anumerta tersebut adalah Kopral Dua Eko Prambudi Santoso yang gugur saat bertugas di Republik Demokratik Kongo bersama misi MONUSCO, serta Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo yang wafat dalam tugas perdamaian MINUSCA di Republik Afrika Tengah.
Momen penyerahan medali berlangsung emosional. Antonio Guterres menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Utusan Tetap RI untuk PBB Umar Hadi, didampingi Penasihat Militer PTRI New York Brigadir Jenderal Robertus Subono.
“Pengorbanan mereka menjadi bukti nyata dedikasi Indonesia terhadap perdamaian dunia yang tidak akan pernah luntur,” demikian pernyataan resmi PTRI New York.
Tak hanya Indonesia, tahun ini total 68 personel perdamaian dari berbagai negara menerima penghargaan anumerta Dag Hammarskjold setelah gugur dalam misi PBB sepanjang 2025.
Indonesia sendiri terus menjadi kekuatan besar dalam pasukan penjaga perdamaian dunia. Saat ini hampir 2.000 personel militer dan polisi RI, termasuk 156 perempuan, diterjunkan ke berbagai wilayah konflik dunia di bawah bendera PBB.
Indonesia bahkan tercatat sebagai kontributor terbesar keenam pasukan perdamaian PBB di dunia.
Di sisi lain, kabar haru kembali menyelimuti tanah air. Empat personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur di Lebanon saat konflik Israel-Hizbullah awal tahun ini juga dipastikan akan menerima medali kehormatan Dag Hammarskjold pada 2027 mendatang. (*)

