KITAINDOENSIASATU.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Deyang, memaparkan sejumlah langkah strategis setelah mendapat mandat untuk memimpin lembaga tersebut.
Fokus utama yang akan dijalankan adalah memperkuat kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam arah kebijakan terbaru, BGN tidak lagi menitikberatkan pada perluasan jumlah penerima manfaat semata.
Sebaliknya, perhatian akan diarahkan pada peningkatan mutu layanan, kualitas makanan, serta efektivitas program dalam mendukung perbaikan status gizi masyarakat.
Fokus Nanik pada Kualitas dan Kelompok Prioritas
BGN akan melakukan penataan ulang penerima manfaat dengan memprioritaskan kelompok yang membutuhkan intervensi gizi lebih besar, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia sekolah dasar.
Kelompok tersebut dinilai memiliki peran penting dalam pembentukan kualitas kesehatan jangka panjang.
Selain itu, pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG untuk sementara akan dievaluasi melalui kebijakan moratorium.
Langkah ini dilakukan guna memastikan pemerataan fasilitas serta menghindari ketimpangan distribusi layanan di berbagai daerah.
BGN juga berencana meningkatkan standar operasional dapur yang telah berjalan, termasuk perbaikan sarana pendukung dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Fasilitas yang tidak memenuhi standar akan dievaluasi secara menyeluruh.
