KITAINDONESIASATU.COM – Hubungan Amerika Serikat dan China yang selama ini memanas akibat perang dagang mendadak menunjukkan arah berbeda di sektor teknologi.
Dua perusahaan besar dari masing-masing negara kini bekerja sama mengembangkan robot humanoid canggih untuk kebutuhan penelitian akademis dan pengembangan kecerdasan buatan.
Perusahaan chip AI asal Amerika Serikat, Nvidia, resmi menggandeng perusahaan robotika China, Unitree, dalam proyek pengembangan robot humanoid generasi baru.
Kolaborasi ini diumumkan langsung oleh CEO Nvidia Jensen Huang dalam ajang teknologi Computex di Taiwan.
Dalam kerja sama tersebut, Unitree bertugas menyediakan bodi robot humanoid H2, sementara teknologi tangan robot dikembangkan perusahaan Sharpa asal Singapura.
Nvidia sendiri menyuplai sistem komputasi dan chip AI terbaru yang menjadi pusat pengendali robot tersebut.
Kerja sama ini menarik perhatian global karena terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan persaingan teknologi antara Washington dan Beijing.
Fokus Amerika Serikat pada Keamanan Siber dan Penelitian AI
Robot humanoid hasil kolaborasi ini rencananya akan digunakan sejumlah universitas ternama seperti Stanford University dan University of California San Diego untuk mendukung riset kecerdasan buatan dan robotika modern.
Nvidia juga menegaskan proyek tersebut dirancang dengan sistem keamanan siber tingkat tinggi.
Teknologi secure boot dan confidential computing disematkan agar robot tidak mudah diretas atau menjalankan perangkat lunak berbahaya.


