Berita UtamaInovasi

IPB Perkuat Kerja Sama dengan Korea Selatan, Fokus Inovasi Pertanian dan Ketahanan Pangan

×

IPB Perkuat Kerja Sama dengan Korea Selatan, Fokus Inovasi Pertanian dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
the 4th snu ipb green bio science forum perkuat kolaborasi riset pertanian dan teknologi pangan indonesia korea.jpg 770x400 1
Delegasi IPB University melakukan pertemuan strategis dengan pimpinan College of Agriculture and Life Sciences (CALS)-Seoul National University, Korea Selatan (Kis/is)

KITAINDONESIASATU.COM- IPB University terus memperluas jejaring internasional melalui berbagai kerja sama strategis dengan Korea Selatan untuk memperkuat riset pertanian, teknologi pangan, dan pengembangan sistem pangan berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan 4th SNU–IPB Green Bio Science Forum di Seoul National University (SNU), Korea Selatan, yang disertai serangkaian pertemuan strategis dan kunjungan kerja guna memperkuat kolaborasi di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Dalam forum tersebut, Wakil Rektor IPB University Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi, menegaskan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketahanan pangan memerlukan kolaborasi internasional yang berbasis sains, inovasi, dan keberlanjutan.

“Kolaborasi antara IPB University dan SNU merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas riset dan pengembangan teknologi pertanian masa depan. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Prof Ernan memaparkan arah pengembangan riset IPB University menuju konsep Agromaritime 5.0 yang mengintegrasikan omics science, artificial intelligence (AI), sustainability science, serta pendekatan techno-socio-preneurship.

Ia juga menyoroti capaian IPB University yang berhasil menempati peringkat ke-48 dunia bidang Agriculture and Forestry versi QS World University Rankings by Subject 2026 serta menjadi peringkat pertama di ASEAN pada bidang tersebut.

IPB dan CALS-SNU Dorong Implementasi Kerja Sama Konkret

Penguatan kemitraan juga menjadi fokus dalam pertemuan strategis antara IPB University dan College of Agriculture and Life Sciences (CALS)-SNU. Kedua institusi sepakat mendorong implementasi kerja sama yang lebih konkret melalui penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan peneliti, pengembangan kapasitas laboratorium, publikasi ilmiah internasional, hingga pengembangan teknologi pertanian berbasis keberlanjutan.

“IPB University dan SNU memiliki visi yang sejalan dalam mengembangkan riset dan inovasi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan,” kata Prof Ernan.

Sementara itu, Dekan CALS-SNU, Prof Byoung Cheorl Kang, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat kerja sama dengan IPB University, khususnya pada bidang penelitian pertanian, pendidikan, dan pengembangan teknologi pangan berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi kedua institusi memiliki potensi besar dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan global, terutama terkait ketahanan pangan dan perubahan iklim.

Dalam pertemuan tersebut, Prof Do Soon Kim, Head of Department of Agronomy, Crop Molecular Physiology and Weed Science, turut memaparkan berbagai kekuatan riset multidisiplin yang dimiliki CALS. Bidang tersebut meliputi agronomi, agroekonomi, pemuliaan tanaman, bioteknologi tanaman, fisiologi tanaman, ilmu gulma, entomologi, patologi tanaman, hingga program Official Development Assistance (ODA) di sektor pertanian dan pembangunan pedesaan.

Pelajari Sistem Pangan Sekolah Ramah Lingkungan Korea Selatan

Selain memperkuat kolaborasi riset, delegasi IPB University juga mempelajari sistem pangan sekolah berkelanjutan di Korea Selatan melalui kunjungan ke Gyeonggi Agro-Fisheries Institute (GAFI) dan Maeyang Elementary School.

Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai implementasi program Eco-Friendly School Meal, yang mengintegrasikan kebutuhan pangan sekolah dengan dukungan terhadap sektor pertanian lokal.

Terkait hal itu, Prof Ernan menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia adalah menghubungkan kebutuhan pangan sekolah dengan aktivitas pertanian lokal secara berkelanjutan.

“Program makan bergizi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan nutrisi anak, tetapi juga harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi pangan yang melibatkan petani lokal, sistem distribusi yang efisien, dan pembangunan pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui penguatan kerja sama dengan berbagai institusi di Korea Selatan, IPB University berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan, pembangunan pertanian berkelanjutan, serta pengembangan teknologi pangan di Indonesia maupun tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *