KITAINDONESIASATU.COM – Bali tengah merasakan suhu udara yang lebih dingin dibandingkan biasanya, terutama pada malam hingga dini hari.
Kondisi ini dipengaruhi oleh masuknya massa udara dingin dari Australia yang sedang memasuki musim dingin.
Fenomena tersebut membuat sejumlah wilayah di Pulau Dewata mengalami penurunan suhu yang cukup terasa, terutama di kawasan dataran tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan bahwa tekanan udara tinggi di Benua Australia mendorong aliran udara dingin menuju wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Bali.
Kondisi ini merupakan fenomena yang umum terjadi setiap tahun saat memasuki puncak musim kemarau.
Musim Kemarau Bali dan Langit Cerah Percepat Penurunan Suhu
Selain pengaruh massa udara dingin dari Australia, suhu dingin di Bali juga dipicu oleh minimnya tutupan awan selama musim kemarau.
Langit yang cenderung cerah membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan kembali ke atmosfer saat malam tiba. Akibatnya, udara di dekat permukaan tanah menjadi lebih dingin.
BMKG memperkirakan suhu minimum di Bali pada akhir Mei 2026 berada di kisaran 20 derajat Celsius, sementara suhu maksimum mencapai 32 derajat Celsius. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya.

