KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (USD) sempat mengalami tekanan hebat hingga menembus level psikologis baru di angka Rp17.900 per Dolar AS pada sesi perdagangan intraday hari ini, Kamis 28 Mei 2026.
Meskipun sempat melemah tajam, Rupiah berhasil sedikit memangkas pelemahannya menjelang penutupan pasar dan berakhir di level Rp17.845 per Dolar AS.
Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan internal. Dari global, penguatan indeks Dolar AS dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama (higher for longer).
Sementara dari domestik, adanya tren musiman repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri korporasi turut meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS di pasar spot.
Bank Indonesia (BI) dilaporkan terus memantau pergerakan pasar secara intensif dan tetap berada di pasar (in the market) melalui intervensi di pasar spot maupun domestik Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menjaga stabilitas dan memastikan likuiditas valas tetap aman demi meminimalkan volatilitas yang berlebihan.(*)

