KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan di pembukaan pekan ini hingga Rp17.650 per dolar AS, turun 0,31 persen secara sesi.
Kondisi ini memperkuat urgensi analisis rupiah melemah terhadap dolar AS Mei 2026 bagi pelaku pasar.
Tekanan pada nilai tukar rupiah berlanjut dari penutupan pekan lalu di kisaran Rp17.600-Rp17.602 per dolar AS.
Rupiah melemah secara mingguan sebesar 0,44 persen, level terdalam dalam tujuh hari terakhir. Fakta ini menjadi poin krusial dalam analisis rupiah melemah terhadap dolar AS Mei 2026.
Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, menyebut sentimen risk-off global sebagai pemicu utama. Rupiah melemah seiring penguatan dolar AS di tengah aksi jual aset risiko oleh investor.
Dinamika ini menjadi variabel penting dalam analisis rupiah melemah terhadap dolar AS Mei 2026.
Ketegangan geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia turut membebani nilai tukar rupiah. Rupiah melemah karena investor kecewa dengan hasil pertemuan Trump-Xi yang dinilai minim solusi konflik AS-Iran. Konteks ini memperkaya analisis rupiah melemah terhadap dolar AS Mei 2026.
Harga minyak Brent naik 1,24 persen ke USD110,62 per barel, sementara WTI naik 1,75 persen ke USD107,26 per barel.


